| Senin, 18 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Cina Sabet Tiga Gelar, Korea DuaJAKARTA - Cina akhirnya menyabet tiga gelar pada Kejuaraan Bulu Tangkis Yunior Asia 2005 yang berakhir, semalam di Tennis Indoor Gelora Bung Karno. Korsel juga menunjukkan kekuatan utama dalam sektor yunior setelah menyabet dua gelar dalam event ini. Wang Lin berhasil menjadi juara tunggal putri setelah memenangkan perang saudara melawan Wang Yihan. Lin berhasil mengalahkan Yihan dengan 11-4, 11-9. Lu Qicheng juga menunjukkan dirinya sebagai pemain harapan Cina masa depan. Tunggal putra Cina ini menjadi juara setelah membekap perlawan Hong Ji-hoon (Korsel) 15-2, 15-3. Gelar ketiga untuk Cina diciptakan oleh pasangan Cheng Su/Liao Jing Mei yang berhasil mengalahkan pasangan Korsel Ha Jung-eun/Hong Sho-jung dalam pertarungan rubber set 11-5, 15-12, 15-5. Dua gelar untuk Korsel diraih oleh pasangan ganda campuran Lee Jong-dae/Ha Jung-eun yang mengalahkan Zhang We/Yo Jing Mei (Cina) 11-15, 15-8, 15-2. Pasangan Lee Yong-dae/Chu Goon-wo menjadi yang terbaik di sektor ganda putra. Pasangan asal Korsel ini semalam mengalahkan pasangan Cina Shen Ye/Zhang We 8-15, 15-8 dan 15-8. Indonesia selaku tuan rumah ''sepi'' dari gelar setelah tumpuan terakhirnya pada Fauzi Adnan dan Bellatryx Manuputty terhenti di babak semifinal. Kondisi seperti itu menyebabkan PB PBSI berinisiatif untuk menciptakan pelatnas yunior terpadu sebagai basis dan pelapis pemain senior. '''Kami sudah bersiap secara maksimal. Persiapannya satu bulan sepuluh hari. Kami puas Fauzi, Greysia/Nitya, Ahsan/Viki, Rivai, tampil bagus walaupun kalah. Jadi cukup puas dengan sampainya mereka ke semifinal,'' ujar Waketum PB PBSI Ferrial Sofyan. Dia mengatakan, kelemahan yang ada pada pemain yunior Indonesia adalah dari segi pengalaman bertanding yang minim. Taktik dan teknik permainan juga masih sederhana. ''Jangan lupa training center (TC) Cina sudah tertata bagus. Yang pasti, kita harus berbuat untuk yunior,'' kata Ferrial Sofyan. Sistem Skor Baru Deputi Presiden International Badminton Federation (IBF), Punch Gunalan, Minggu, mengatakan bahwa IBF akan melakukan ujicoba sistem perhitungan nilai baru mulai Senin (18/7) hingga Desember 2005. Pada sistem perhitungan nilai yang baru itu, IBF akan memberlakukan jumlah nilai akhir yang sama bagi semua nomor - perorangan, ganda, putra dan putri - yaitu 21 angka, dengan interval dua angka hingga poin 29. Jika pada 29 masih terjadi nilai sama maka pemain yang terlebih dahulu mencapai nilai 30 keluar sebagai pemenang. Sistem perhitungan nilai yang baru itu juga tidak mengenal service-over (pindah bola) sehingga setiap kesalahan menghasilkan angka. Sementara itu untuk nomor ganda, hanya diberlakukan satu kali pukulan servis, bukan dua seperti biasanya - pemain bergantian melakukan servis dalam game yang berbeda. Perubahan yang terjadi pada sistem perhitungan nilai itu, menurut Punch adalah sebuah kombinasi antara sistem perhitungan nilai lama dengan sistem perhitungan nilai pada permainan bola voli, tenis dan tenis meja. ''Kami telah mengirimkan pemberitahuan tentang sistem itu ke seluruh organisasi bulutangkis dan meminta mereka mencoba untuk menerapkannya pada kejuaraan non rangking dunia,'' katanya pada sesi jumpa pers di Kejuaraan Bulutangkis Yunior Asia yang di di Tennis Indoor Senayan, Jakarta. Menurut mantan Presiden Asian Badminton Confederation (ABC) itu , ujicoba sistem perhitungan nilai baru itu dilakukan agar permainan bulutangkis menjadi jauh lebih menarik sehingga dapat menjaring lebih banyak sponsor. ''Selama ini salah satu kendala bulutangkis untuk menarik sponsor adalah karena durasi waktu permainan yang tidak bisa diprediksi. Bayangkan saja pernah Thomas Cup berlangsung lebih dari tujuh jam sehingga jarang televisi yang mau menayangkan. Pada umumnya televisi cuma mau sekitar tiga jam,'' ujarnya.(D3-28v) |