| Senin, 18 Juli 2005 | OLAHRAGA |
Jermain Taylor Hentikan HopkinsLAS VEGAS - Petinju tak terkalahkan Jermain Taylor meraih gelar dunia kelas ringan dengan kemenangan angka tipis atas Bernard Hopkins, Sabtu (Minggu pagi WIB). Sukses ini sekaligus mengakhiri 10 tahun merajalelanya Hopkins yang merupakan rekor terpanjang ketiga dalam sejarah tinju. Hopkins merosot ke rekor 46-3 dan satu kali seri dalam kekalahan pertamanya sejak dia kalah dalam pertandingan 12 ronde melawan Roy Jones pada 1993. Dia memenangi 24 pertarungan dan satu seri dan tidak bertarung dalam 12 tahun yang telah lewat. Sementara itu, Taylor, peraih medali perunggu Olimpiade 2000 sekarang mencatat 24-0 sebagai seorang profesional, mendominasi ronde awal. Hopkins hanya melakukan perlawanan pada akhir ronde keempat. Namun petinju juara berusia 40 tahun itu, terus mengalami gempuran dan dipaksa turun tahta oleh petinju berusia 26 tahun itu dalam pertarungan sesama petinju AS. Dua juri memberi nilai kepada Taylor 115-113 dan juri ketiga memberi keunggulan Hopkins 116-112. Hopkins Merasa Menang Hopkins menganggap bahwa dirinya telah memenangi setiap nilai. ''Saya yakin saya seharusnya menang. Saya telah melukai dia dua kali,'' kata Hopkins. ''Dari ronde kelima atau keenam, saya pikir saya mendominasi pertarungan, hanya saja saya tidak mampu menjatuhkan dia.'' ''Saya petinju besar. Saya tahu saya memenangi pertarungan, kemenangan saya mereka berikan kepada orang lain,'' tambahnya. Dalam catatan, Hopkins hanya kehilangan satu ronde pada akhir ronde keempat dan itu merupakan modal dia untuk menang. Dwayne Ford yang memberi angka kemenangan kepada Taylor, hanya merupakan satu juri yang memberi nilai pada ronde ke-12 bagi si penantang. ''Bernard Hopkins adalah juara yang tangguh, kini saya juara baru kelas ringan dunia,'' kata Taylor. Hopkins meng-KO Segundo Maercado pada ronde ketujuh pada 29 April 1995, untuk meraih gelar kelas ringan IBF yang lowong. (ant-28v) |