| Senin, 18 Juli 2005 | OLAHRAGA |
ICAS JuaraSEMARANG- ICAS (Krapyak) sukses merebut gelar juara pada ajang Djarum Super Soccer Game di Lapangan Pancasila, semalam. Pada partai final yang dipadati penonton, mereka mengandaskan harapan Satria (Pedurungan) dengan skor 4-3. Selain meraup hadiah uang sebesar Rp 3 juta, Hendrik dkk juga berhak mengikuti putaran nasional yang akan berlangsung di Bandung, 30 Juli mendatang. Sayang, kompetisi yang diikuti 50 tim itu dinodai kecurangan salah satu tim, yaitu Gamblis. Salah satu semifinalis itu melakukan pergantian pemain yang berbeda dengan saat pendaftaran dan babak penyisihan. Akhirnya, panitia pun menjatuhkan sanksi diskualifikasi. Meskipun sempat diwarnai hujan, beragam penampilan unik tim-tim yang bertanding selama dua hari berturut-turut menghibur para penonton. Lima tribune didirikan untuk menampung pengunjung. Beberapa tim tampil mencolok dengan mengenakan kostum-kostum yang mengundang gelak tawa. Para pemain Blue Tank, misalnya, beraksi memakai pakaian renang perempuan. Tak mau ketinggalan, Lady Pink. Sesuai namanya mereka berlaga mengenakan busana wanita merah muda. Selain mereka, tim-tim lain ada yang memakai pakaian tidur, dalang wayang kulit, dan hansip. Heboh Panitia pelaksana Roni Patoroni menyatakan, dalam permainan Djarum Super Soccer Game memang terdapat penilaian terhadap tim yang berkostum paling heboh. Dicontohkannya, kostum salah satu tim saat berlaga di Jakarta menggunakan celana boxer, kaus singlet, kacamata hitam dan berdasi. "Di Bandung, ada yang memakai rok mini. Ternyata di Semarang, tim yang tampil lebih 'gila' lagi," katanya. Jalannya permainan tidak kalah serunya. Arena pertandingan berupa sangkar kawat, membuat pertandingan berlangsung supercepat. Bentuk arena sedemikian rupa, menjadikan pertandingan terus berjalan tanpa mengenal bola keluar sehingga menguras banyak energi. (aim-22) |