logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 Juli 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Minat Baca Anak

Buku adalah jendela dunia. Sebuah ungkapan yang membuktikan betapa pentingnya sebuah buku bagi umat manusia. Pemimpin dunia seperti Theodore Roosevelt, John F Kenedy serta Abdulrahman Wakhid adalah pencinta buku sejati.

Bahkan beredar cerita saat Gus Dur kuliah di Mesir, dia pernah "menyuap" petugas perpustakaan agar diizinkan membaca di malam hari saat perpustakaan sudah tutup. Menumbuhkan minat baca sebaiknya dimulai sejak usia dini. Berdasarkan pengalaman pribadi hobi membaca saya, tercipta karena saat SD diwajibkan meminjam dua buku per minggu di perpustakaan sekolah. Majalah anak-anak, cerita bergambar dan cerpen merupakan alternatif untuk menumbuhkan minat baca anak.

Tradisi setiap SD mempunyai perpustakaan untuk dibaca muridnya sudah mulai hilang. Ada baiknya Dinas P dan K Kabupaten Kendal memperhatikan hal ini. Kerja sama antara pihak SD, perpustakaan daerah dan Dinas P dan K hendaknya terjalin rapi agar sejak dini generasi muda tidak asing terhadap buku.

Juga mempunyai kebiasaan membaca buku yang baik. Kalau perlu Bupati njiwiti kepala sekolah, kepala Dinas P dan K serta kepala kantor perpustakaan untuk mengembangkan perpustakaan di sekolah-sekolah.

Aryo Widiyanto A.Md

Jl Sri Agung 234 Cepiring, Kendal

***

Mengenang Soe Hok Gie

Buku ''Catatan Seorang Demonstran'' (CSD) adalah kumpulan catatan harian seorang aktivis muda angkatan '66 bernama Soe Hok Gie. Buku itu kali pertama diterbitkan oleh LP3ES di 1983 menjadi menarik karena Soe Hok Gie berani dalam mengomentari berbagai hal dan peristiwa, dari soal cinta, filsafat sampai politik.

Dalam nada getir Gie menulis: ''Hanya mereka yang berani menuntut haknya, pantas diberikan keadilan. Kalau mahasiswa Indonesia tidak berani menuntut haknya, biarlah mereka ditindas sampai akhir zaman oleh sementara dosen-dosen korup mereka''.

Menjelang lulus sebagai sejarawan, 13 Mei 1969, Gie menulis artikel ''Mimpi-mimpi Terakhir Seorang Mahasiswa Tua''. Dia menyatakan: ''Brapa bulan lagi saya akan pergi dari dunia mahasiswa. Saya meninggalkan dengan hati berat dan tidak tenang. Masih terlalu banyak kaum munafik yang berkuasa. Orang yang pura-pura suci dan mengatasnamakan Tuhan. Masih terlalu banyak mahasiswa yang bermental sok kuasa. Merintih kalau ditekan, tetapi menindas kalau berkuasa''.

Gie juga punya mimpi yang tak kunjung kesampaian. "Saya mimpi tentang sebuah dunia, di mana ulama-buruh-dan pemuda, bangkit dan berkata: stop semua kemunafikan, stop semua pembunuhan atas nama apa pun. Tak ada rasa benci pada siapa pun, agama apa pun, dan bangsa apa pun".

Dia yang banyak membaca dan sering diejek dengan julukan "Cina Kecil", memanfaatkan kebeningan ingatannya untuk menyitir kata-kata "sakti" filsuf asing. Antara lain, tanggal 22 Januari 1962, dia menulis: "Seorang filsuf Yunani pernah menulis, nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."

"Kalau rakyat Indonesia terlalu melarat, maka secara natural mereka akan bergerak sendiri. Dan kalau ini terjadi, maka akan terjadi chaos. Lebih baik mahasiswa yang bergerak". Pada akhirnya, seperti yang dikatakannya dengan getir: "Ada dua pilihan hidup di lndonesia: apatis atau idealis".

Joko Suprayoga

Jl Raya Sapen 99 Sukorejo, Kendal

***

"Buronan Mertua"

Sekarang banyak kaos bertulisan geriap dan mengesankan nyleneh dipakai anak muda. Kaos-kaos tersebut bertulisan antara lain Buronan Mertua, Tahanan PoIda, Panitia Hari Kiamat dan masih banyak lagi. Anehnya si pemakai tidak merasa risih tapi malah bangga menjadi perhatian orang.

Kaos-kaos tersebut memang bisa mencerminkan beberapa sudut pandang beragam. Pertama merupakan kreativitas yang berani dan cerdas. Kedua, merupakan kaca benggala sekaligus kristalisasi kompensasi dari masyarakat yang sakit dan penat yang dituangkan dalam kaos.

Ketiga, sebagai hiburan yang sebenarnya terasa lucu namun menyimpan kegetiran yang mendalam. Penilaian dari fenomena kaos nyleneh tersebut, pada dasarnya bermuara pada satu kesimpulan bahwa ternyata kaos tersebut tidak lain diri kita sendiri yang tak punya malu menyandang apa yang tertulis di kaos tersebut.

Kita selalu merasa menjadi "mertua/polisi/panitia/penguasa" yang berkedudukan sebagai subyek. Padahal kenyataannya kita ini adalah "buronan/tahanan/obyek yang lemah.

M Fahrudin Hidayat

Jl Raden Patah 2 Bawang, Batang

***

Terima Kasih Honda

Saya membeli motor Supra X 28 Maret 2005, tetapi bulan Juni tromol belakang mulai berubah warna menjadi merah kecoklatan. Pada 29 Juni 2005 saya service di AHASS Brahma Motor Banyumanik Semarang sekaligus menyampaikan keluhan pada tromol belakang.

Saya ketemu Bp Eko dan atas saran beliau saya diminta menghubungi Holimen (Honda Peduli Konsumen) di nomor bebas pulsa 0800-11-27872. Keesokan harinya saya dihubungi Holimen, tromol akan diganti di AHASS Brahma Motor dan hanya membayar ongkos pemasangan saja.

Agus Wahyono

Jl Nirwanasari II/14 Tembalang, Semarang

***

Kecewa Beli Produk Monument

Saya kecewa membeli produk Monument dengan angsuran 3 kali sebab produk tersebut baru dipakai satu bulan sudah jebol. Saya dirugikan karena sudah bayar Rp. 70 ribu, produk tidak bisa dikembalikan, apalagi diganti yang baru.

Atas laporan saya, pihak pimpinan tidak menanggapi dan tidak menyelesaikan masalahnya. Semoga hal ini menjadikan pengalaman bagi pembaca agar lebih hati-hati dan teliti membeli produk dengan cara angsuran.

St. Somsomah

Jl Hanoman X/4C, Semarang

***

Parkir Ada Setiabudi Kurang Terkoordinasi

Saya bersama keluarga beberapa waktu lalu belanja di Ada Setiabudhi Semarang. Kami berdomisili di Karangjati datang pukul 20.25, berkeliling mencari tempat parkir kosong. Saya melihat tempat kosong, tetapi petugas parkir mengindikasikan saya parkir di tempat lain. Mungkin pertimbangannya lebih dekat dengan pintu masuk.

Ternyata parkir lain itu sudah penuh dan saya putuskan berputar lagi. Saya melihat banyak tempat kosong di sebelah barat dan saya akan parkir di situ meski agak jauh dari pintu masuk. Tetapi dua petugas parkir di sebelah barat melarang dan harus memutar lagi.

Salah satunya dengan mata melotot menghalangi dengan berdiri di depan mobil saya. Tanpa menghampiri dan mendengarkan penjelasan saya, dia berteriak menyuruh saya memutar lagi. Sungguh cara yang tidak sopan. Apa salahnya menghampiri dan memberitahukan baik-baik.

Saya juga tidak akan melawan aturan. Akhirnya kami sekeluarga mengurungkan niat belanja akibat perlakuan kasar itu. Semoga swalayan ini dapat meningkatkan koordinasi sistem parkir dan pelayanannya mengingat sebagai pusat perbelanjaan besar di Semarang Selatan.

Iswarayuda B Agutama

Jl Tegalsari 9 Bergas Lor, Karangjati

***

Korupsi di Depag Tidak Istimewa ?

Pernyataan Ketua PBNU H Ahmad Bagdja bahwa kasus korupsi yang tengah diproses di Departemen Agama tidak istimewa karena terjadi juga di departemen lain, menggelitik hati saya untuk memberikan komentar.

Korupsi di Depag agak lain karena departemen ini penjaga moral bangsa. Orang awam akan kehilangan panutan karena kasus korupsi, kendati hanya dilakukan oknum dan pejabat yang berakhlak mulia serta berbudi pekerti luhur masih lebih banyak.

Sama dengan apa yang dilakukan seorang tokoh agama terhadap muridnya, terutama dalam masalah seksual. Tentu berbeda kasusnya kalau dilakukan oleh masyarakat awam misalnya tukang batu, tukang becak. Reaksinya tidak terlalu mengagetkan bila dibandingkan ulah tokoh agama.

RM Ismunandar C

Salatiga Permai VI/140-141,Salatiga

***

Nokiaku Malang

Pada 20 Juni 2005 aku membeli 2 buah HP Nokia CDMA 2280, garansi resmi dari Counter Andika Phone Matahari (nota terlampir). Problemnya tidak bisa diputus atau end sewaktu aku tidak mau menerima telepon padahal di buku petunjuk tertulis: "Menolak panggilan tekan tombol end..."

Setelah aku servis ke Counter Trikomsel Citrawahana (bukti terlampir), mendapat informasi seluruh Nokia 2280 yang bergaransi Nokia Indonesia tidak bisa diputus atau end. Padahal teman saya beli tipe sama tetapi tanpa garansi malah bisa diputus atau end. Berarti lebih unggul barang nongaransi. Mohon tanggapan Nokia Indonesia.

Hadi Yuwono

Jl Gg Baru 110, Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA