| Senin, 18 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Pamit Nonton Pasar Malam Yanto Ditemukan TewasPURWOREJO - Warga Desa Malang, Ngombol, Purworejo dikejutkan oleh penemuan mayat membusuk di hamparan pasir dekat pantai selatan, Jum'at sore (15/7) lalu. Karena tidak ada identitasnya, mayat laki-laki yang diperkirakan berumur 25 tahun dengan tinggi badan 160 cm itu disimpan di kamar mayat RSUD Purworejo. Kapolres AKBP Drs Muhammad Nur SH melalui Kapolsek Ngombol AKP Suliyanto menerangkan, mayat tersebut ditemukan Supangat, warga Desa Malang, sehabis mengecek tanaman jagung di kebunnya. Ketika berjalan pulang, dia mencium bau bangkai. Setelah dicari-cari sumber bau tersebut, petani itu melihat sesosok mayat yang sebagian tubuhnya tertutup pasir. Sebelumnya, jelas Kapolsek, penjual dawet warga Mirit, Kebumen yang biasa berjualan di Ngombol bercerita bahwa ada warga Desa Wergonayan, Mirit yang hilang. Berkat informasi tersebut, beberapa saat setelah penemuan mayat itu jajaran Polsek Ngombol berkoordinasi dengan Polsek Mirit. Petugas kedua Polsek tersebut segera menemui keluarga yang kehilangan anggota keluarganya. Diperoleh keterangan, Yanto (25), warga Wergonayan, Mirit, meninggalkan rumahnya sejak Sabtu malam (9/7). Pria itu semula pamit hendak menonton pasar malam di Alun-alun Kutoarjo (Purworejo) bersama dua tetangganya yang berinisial K dan Y. Keluarga Yanto yang diminta mengecek ke kamar mayat RSUD Purworejo, Sabtu (16/7) sekitar pukul 14.30, hanya mengenali baju yang melekat pada mayat tersebut, tetapi sudah tidak bisa mengenali wajahnya karena kondisinya sudah membusuk. Ragu-ragu Karena ragu-ragu, akhirnya diputuskan untuk mendatangkan anggota keluarga lainnya beserta kepala desa Wergonayan. Setelah dicek ulang, akhirnya Sabtu malam (16/7) warga Mirit itu meyakini bahwa jenazah korban pembunuhan itu adalah Yanto. Untuk meringankan biaya autopsi, kata Kapolsek Ngombol, dia memintakan surat pengantar JPS dari Kepala Desa Malang, Ngombol. Di tubuh mayat itu terdapat luka robek di lambung kanan, dua luka robek di tangan kanan, sedangkan jari telunjuk tangan kanannya hilang. Sepeda motor milik korban, Honda Astrea AA-4805-MB, belum ditemukan. Kapolsek memperkirakan, semula mayat korban dikubur dangkal sehingga sewaktu terkena guyuran air hujan salah satu tangannya keluar dari tanah pasir. Dua orang yang pergi bersama korban masih dicari. (yon-55n) |