| Senin, 18 Juli 2005 | INTERNASIONAL |
Seorang Pengebom London Pernah Hadiri KTT Al QaedahLONDON - Kepolisian Inggris Minggu kemarin menyiarkan foto rekaman empat pemuda pengebom London. Dalam foto itu, terlihat keempat orang itu sedang memasuki stasiun di pagi hari kejadian Kamis pekan lalu. Menurut pemberitaan sebuah harian di London, polisi Inggris pernah memeriksa salah seorang di antara mereka namun orang itu kemudian dibebaskan lagi karena dia tidak terbukti membawa ancaman. Sementara itu, penyelidikan atas insiden ini masih berlanjut di Pakistan dan Mesir. Detektif Scotland Yard mempublikasikan foto itu untuk memancing lebih banyak informasi dari publik tentang aktivitas keempat pemuda itu saat hari pengeboman. Foto itu terekam dari kamera CCTC di Stasiun Luton, London utara. Terlihat, empat pemuda itu berjalan memasuki stasiun untuk naik kereta menuju pusat kota. Keempatnya memakai baju kasual dan terlihat santai. Keempat pemuda itu tampak berjalan sambil memasukkan tangan ke saku. Masing-masing menggendong ransel, yang diduga berisi bom. Catatan waktu pada kamera menunjukkan gambar itu direkam pada pukul 07.21 waktu setempat (pukul 13.21 WIB), atau 89 menit sebelum tiga ledakan berturut-turut mengguncang stasiun kereta bawah tanah di kota itu. Bom keempat meledak di atas sebuah bus bertingkat dua sekitar satu jam kemudian. Tiga orang pengebom itu adalah pemuda muslim Inggris etnis Pakistan, sementara pengebom keempat adalah seorang warga Inggris kelahiran Jamaika. Dua di antara mereka masih remaja, seorang lagi berusia 22 tahun, dan satunya lagi berusia 30 tahun. Jaringan Pendukung Di Pakistan, polisi setempat telah menangkap enam pria yang diduga kuat berkaitan dengan pengeboman itu. Sebelumnya, polisi menahan dua orang yang diduga memiliki hubungan dengan salah seorang pengebom, Shahzad Tanweer. Tanweer pernah berkunjung ke Faisalabad dan Lahore dua tahun lalu. Sumber-sumber intelijen Pakistan mengatakan, pada 2003 Tanweer bertemu dengan seseorang yang kemudian ditangkap karena mengebom sebuah gereja di Islamabad, ibu kota Pakistan. Di Mesir, polisi menangkap ahli biokimia Magdy Elnashar. Dia masih diperiksa atas dugaan terkait pengeboman itu. Namun, Menteri Dalam Negeri Mesir Habib el-Adli mengatakan, Elnashar ternyata bukan anggota Al Qaedah. (rtr-gn-25) |