logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Bom Truk Tangki di Pasar Irak 100 Orang Tewas

MUSAYYIB - Sebuah ledakan bom dahysat mengguncang Irak, Minggu dini hari kemarin, Menewaskan sedikitnya 100 orang. Bom tersebut ditempelkan pada sebuah truk tangki bahan bakar dan diledakkan di pasar sayar dengan masjid di pinggiran jalan raya Kota Musayyib-Bagdad.

Belum usai warga setempat membersihkan bangkai truk dan mobil-mobil yang terkena ledakan, tiga bom meledak berturut-turut di Bagdad. Jalan raya menuju Bagdad itu hancur akibat ledakan hebat. Serangan bom ini memakan korban tewas terbanyak sejak April ini. Parlemen kontan mengecam kinerja aparat-aparat keamanan serta menyerukan agar dibentuk milisi rakyat untuk melawan gerilyawan.

Serangan bom itu juga menambah panjang daftar insiden bom di Irak. Hanya dalam waktu 48 jam saja, Irak sudah diguncang 15 serangan bom jibaku. Organisasi sayap Al Qaedah di Irak mengklaim sebagai pelaku serangan-serangan itu, yang ditujukan sebagai tahap baru operasi militan untuk menguasai Bagdad.

"Hari ini sungguh hari yang kelam bagi kota ini,' kata Kepala Polisi Musayyib Yas Khudayr.

"Mendengar bunyi ledakan, saya buru-buru ke lokasi. Anak saya tewas. Saya hanya temukan kepalanya, tubuhnya hancur entah ke mana," kata Mohsen Jassim meratapi kematian putranya yang baru berusia 18 tahun.

Pada Minggu pagi kemarin, kerumunan massa menyerbu polisi-polisi yang berada di luar gedung-gedung yang masih berkobar api. Beberapa buldozer masih sibuk membersihkan bangkai-bangkai mobil yang hangus dan remuk.

"Polisi melarang truk-truk masuk ke Mussayib, tetapi mereka malah membiarkan saja sebuah tangki bahan bakar. Ini tindakan kriminal! Polisi ternyata sama saja dengan agen-agen gerilyawan," teriak seorang pria.

Milisi Lokal

Insiden ledakan itu juga membuat tegang sidang parlemen, kemarin. Para anggota parlemen mengecam keras pemerintah karena dianggap gagal menjaga keamanan. Mereka juga mengusulkan dibentuk milisi lokal untuk menggantikan polisi dan tentara.

"Progam-porgram dari kementerian pertahanan dan dalam negeri untuk menjaga keamanan di Irak telah gagal menghentikan aksi teroris. Kita perlu menghidupkan kembali milisi rakyat," kata seorang anggota parlemen senior Khudair al-Khuzai.

Sayap Al Qaedah di Irak menyatakan diri sebagai pelaku serangan-serangan bom tersebut. Organisasi ini menyatakan akan lebih banyak lagi melancarkan serangan.

Kendati demikian, Al Qaedah tidak secara eksplisit mengaku melakukan serangan di Musayyib. Al Qaedah juga memanggil ratusan pengebom-pengebom dari dunia Arab untuk datang ke Irak menunaikan perang ini. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA