logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 18 Juli 2005 EKONOMI
Line

sekilas ekonomi

Pelanggan Telkomsel 6 Juta

SEMARANG-Hingga pertengahan Juli ini, jumlah pelanggan Telkomsel di Jawa-Bali mencapai 6 (enam) juta pelanggan. Kepercayaan masyarakat yang begitu besar terhadap produk kartuHALO (paskabayar) serta simPATI dan Kartu As (prabayar), memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar selular di Jawa Bali.

''Saat ini Telkomsel dipercaya oleh lebih dari 6 juta pelanggan di Area Jawa Bali yang meliputi Jawa Tengah dan DIY dengan 2,3 juta pelanggan, Jawa Timur 2,7 pelanggan, dan pelanggan Bali Nusa Tenggara berjumlah 1 Juta,'' kata Agus P Simorangkir - Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, akhir pekan lalu.

Dia mengatakan selama tahun 2005 ini, pertumbuhan pelanggan Telkomsel di Jawa Bali sangat pesat, dalam kurun waktu selama 6 bulan telah terjadi penambahan sekitar 2 Juta pelanggan. Ini didukung dengan penggelaran lebih dari 1900 BTS (Base Transceiver Station), yang didukung oleh sekitar 60 BSC (Base Station Centre) dan 16 MSC (Mobile Switching Centre) di wilayah Jawa Bali. (G2-59)

Transportasi Kurang Perhatian

JAKARTA- Perhatian pemerintah terhadap sarana angkutan umum yang layak dan nyaman sangat kurang. Umpamanya dalam menangani angkutan bis di ibukota Jakarta, selain jumlahnya tidak pernah ditambah, pemerintah pun sangat terlambat melakukan peremajaan.

''Memang saat ini ada busway. Tapi itu kan jumlahnya belum memadai, karena harga per unitnya Rp 750 juta. Di sisi lain angkutan bis umum biasa jumlahnya sangat minim,'' kata Saleh Ali Umar Abdat, Sekjen Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) di Jakarta Sabtu, lalu.

Padahal, menurut perhitungan AIKI, paling tidak untuk angkutan bis di Jakarta saja dibutuhkan 3000 unit bus. Sementara data yang ada saat ini, PPD saja, dari semula punya 1200-an unit hanya tinggal mengoperasikan 300-an unit dengan kondisi memprihatinkan.

''Bus-bus tua masih dibiarkan beroperasi. Sehingga peremajaan bus merupakan keharusan agar masyarakat mendapatkan sarana angkutan umum yang layak,'' paparnya. (bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA