logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 16 Juli 2005 SEMARANG
Line

Salon Esek-esek di Anjasmoro Digerebek

SEMARANG BARAT - Lantaran disalahgunakan untuk praktik prostitusi, Salon Milano yang berlokasi di Jl Puri Anjasmoro Blok B-I, Kamis (14/7) petang dirazia aparat Polres Semarang Barat. Dalam razia mendadak itu, polisi menangkap seorang pengelola dan satu pekerja salon yang kedapatan sedang melayani tamu pelanggannya di salah satu kamar.

Mereka berinisial Feb (25), warga Kampung Malang, Kranggan, Semarang, dan Sil (23), beralamat di Jl Anjasmoro Tengah, kini ditahan. Keduanya dijerat Pasal 281 KUHP tentang Pelanggaran Kesusilaan dengan ancaman hukuman kurungan dua tahun delapan bulan. Empat pekerja salon lainnya, juga dimintai keterangan, tapi dilepas lagi karena tak terbukti berbuat mesum.

Tahun lalu, salon tersebut juga pernah dirazia karena digunakan untuk melayani lelaki hidung belang. Saat itu, Milano dikelola orang lain. Tersangka Feb mengaku baru sebulan ini mengambil alih dan mengontrak tempat itu dengan harga sewa Rp 20 juta per tahun.

Penggerebekan bermula dari informasi warga. Keterangan yang diperoleh aparat Polres menyebutkan, pada awalnya salon itu memang hanya difungsikan untuk melayani pelanggan yang hendak potong rambut, facial, atau perawatan tubuh lainnya.

Namun belakangan, para pekerja wanita yang rata-rata berumur 20-25 tahun itu juga menyediakan layanan esek-esek. Setelah mengecek dan memastikan kebenaran informasi tersebut, satu regu anggota reserse kriminal menggeledah salon.

Tersangka Feb dan beberapa pekerja salon, semula mengelak tudingan polisi. Namun, ia tak dapat membantah lagi ketika polisi mendapati Sil sedang berkencan dengan seorang tamu di dalam kamar tanpa mengenakan pakaian lengkap.

Feb mengaku, untuk layanan plus tersebut setiap tamu dikenai tarif Rp 200.000.

''Kami baru mulai buka sebulan lalu. Kebanyakan tamu memang datang hanya untuk potong rambut atau creambath. Tapi, ada juga yang minta ngamar,'' ujar Feb kepada penyidik.

Praktik mesum itu, biasanya dilakukan di dalam kamar di bagian belakang salon. Tapi, kalau si tamu menghendaki, karyawati salon dapat diajak keluar dan kencan di hotel. Tarifnya lebih besar, bisa mencapai Rp 500.000.(G3-60a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA