logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 PANTURA
Line

Kelurahan Kedungwuni Timur

Pelayanan Lebih Optimal setelah Pemisahan

PEMILU lalu, Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan/Kecamatan Kedungwuni adalah kelurahan yang paling sibuk di Kabupaten Pekalongan. Sebab, kelurahan dengan penduduk sekitar 30.000 itu mempunyai TPS terbanyak se-Indonesia, yaitu 64 TPS.

Namun saat pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) tahun depan, lurah dipastikan tak akan sesibuk seperti saat pelaksanaan pemilu. Sebab sejak 20 Mei lalu, Kelurahan Kedungwuni telah resmi dipisah menjadi Kelurahan Kedungwuni Timur dan Barat.

Tujuan pemisahan kelurahan berpenduduk terbesar di Kota Santri itu tidak hanya sekadar mengurangi beban kerja perangkat kelurahan. Namun juga memunculkan konsekuensi dan tanggung jawab baru yang tidak kalah besarnya, yaitu bagaimana pelayanan kepada masyarakat bisa lebih optimal.

"Dengan pemisahan ini, pelayanan kepada masyarakat jadi lebih optimal," ujar Kepala Kelurahan Kedungwuni Timur Miftahussalam (dulu Kepala Kelurahan Kedungwuni) didampingi Sekretaris Kelurahan Alif Nurfiyanto.

Dulu perangkat kelurahan harus berpikir keras ketika akan menentukan prioritas pembangunan. Sebab wilayah luas dan penduduk padat. Kini dengan jumlah penduduk sekitar 14.000 jiwa dan luas wilayah 4,2 km2 , pemerataan pembangunan bisa lebih maksimal.

Kelurahan Kedungwuni Timur pada tahun ini merencanakan pembangunan fisik di enam lokasi, di antaranya pengaspalan jalan dan pembangunan saluran air.

Potensi Konveksi

Selain lebih optimal dalam melayani masyarakat, pemisahan diharapkan Alif bisa meningkatkan segala potensi yang ada. Kedungwuni Timur yang terdiri atas 11 dukuh, 17 RW, dan 73 RT itu memiliki banyak industri rumah tangga, khususnya bidang konveksi.

Seharusnya, industri rumah tangga yang jumlahnya puluhan itu bisa menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat dan menyumbang pemasukan yang tidak sedikit bagi Kabupaten Pekalongan.

Dalam setahun ini, Kelurahan Kedungwuni Timur dan Kedungwuni Barat masih harus menyelesaikan berbagai pembenahan administrasi. Kedungwuni Timur saat ini tengah membenahi administrasi pertanahan dan verifikasi tanah eks bengkok.

Warga berharap setelah pemisahan, Kedungwuni Timur bisa lebih maju dan benar-benar maksimal dalam melayani masyarakat. "Janji optimalisasi pelayanan kami harap bukan hanya sekadar janji, tapi benar-benar terealisasi," papar Wawan.

Banyaknya masyarakat yang menjadi pengusaha konveksi seharusnya bisa menjadi aset untuk membangun Kedungwuni Timur dan meningkatkan kesejahteraan masyakat. "Jika dulu jumlah masyarakat miskin masih 200 KK lebih, pascapemisahan harusnya makin berkurang," tandasnya. (Muhammad Burhan-44m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA