| Jumat, 15 Juli 2005 | PANTURA |
Di Dalam Sepi, Pedagang Berjualan di Depan PasarPEKALONGAN - Karena tempat berjualan di dalam Pasar Banjarsari masih sepi, sekitar 100 pedagang nekat berjualan ke luar, tepatnya di depan pasar tersebut. Mereka keluar sejak siang hingga sore pukul 17.00 untuk menjajakan dagangannya di trotoar atau di tepi jalan. "Bagaimana Mas, pasar ini baru selesai dibangun sehingga belum banyak pembeli. Apalagi, pedagang sayuran berada dilantai dua sehingga pembeli enggan naik. Daripada sepi, kami terpaksa turun berjualan ke trotoar sejak beberapa hari ini," papar salah seorang pedagang. Penjualan di depan pasar itu membuat Jalan Sultan Agung semrawut. Sebab, jalan itu juga untuk parkir motor dan mobil. Bila dibiarkan maka jumlah pedagang akan bertambah. Akibatnya, jalan bisa macet seperti ketika pasar itu belum dibangun. Terhadap kenyataan itu, Wali Kota dokter HM Basyir Ahmad lalu memanggil instansi terkait untuk segera menanganinya. Mereka yang ikut rapat di ruang wali kota adalah Sekda Sri Nurdiyah Kasbollah, Asisten Sekda Ir Chairuddien Mustahal, Kepala Dinas Pasar Drs Kholiq Atmahares SH, Kabag Humas Suharto BBA, dan dua kontraktor dari PT Dian Insan Sarana Cipta (DIAN) yang diwakili Aryatmo dan Taufik. Kabag Humas Suharto BBA seusai mengikuti rapat mengungkapkan, untuk mengatasi keluarnya 100 pedagang yang berjualan di depan pasar, sejak kemarin petugas Dinas Pasar dan Satpol PP secara bergiliran melakukan penjagaan ketat di depan pasar untuk mencegah para pedagang berjualan di tempat itu. "Bila mereka sudah diperingatkan tetapi tidak mengindahkan maka dagangannya akan diangkut oleh petugas," tandasnya. Pedagang Makanan Dia mengemukakan, penjagaan di depan pasar itu dilakukan secara bergiliran mulai pukul 06.00 hingga 16.00. Dengan penjagaan itu, kini mulai tertib lagi. Pedagang dalam pasar tidak bisa berjualan di depan pasar kecuali pedagang makanan yang baru diperbolehkan berjualan mulai pukul 16.00. Selain petugas Dinas Pasar dan Satpol, sebenarnya Pemkot juga meminta kepada tenaga keamanan dan tenaga parkir untuk memberikan penyuluhan kepada pedagang yang nekat berjualan di depan pasar. Bahkan, mereka juga mendapat tugas untuk mengingatkan para pedagang itu sehingga kondisi parkir tidak terganggu. Tentang jumlah pedagang yang berjualan di dalam pasar, menurut perkiraan dia, lebih dari 3.400 orang yang terdiri atas pedagang tekstil, sayuran, dan makanan. Penataannya juga dilakukan dengan baik sehingga tidak menimbulkan masalah di antara mereka. Tentang Pasar Banjarsari, ujar Suharto, baru saja selesai dibangun PT DISC Semarang. Latar belakang pembangunan pasar induk itu karena sudah tidak mampu menampung para pedagang sehingga sebagian berjualan di tepi jalan. Akibatnya, jalan sering terjadi kemacetan. Pembangunan pasar lantai tiga dilakukan dengan dana sekitar Rp 90 miliar. (A15-52j) |