| Jumat, 15 Juli 2005 | PANTURA |
Disayangkan, Daftar Ulang Siswa Baru Dikaitkan Pembelian Seragam SekolahTEGAL- Kepala Dinas P dan K Kota Tegal Drs Machful, kemarin mengadakan pengecekan daftar ulang calon siswa masuk ke SMP dan SMA. Dari kunjungan ke sejumlah sekolah itu, dia menemukan ada sekolah yang mengaitkan masalah daftar ulang dengan masalah keuangan. Padahal sebelumnya, Dinas P dan K sudah mengedarkan surat larangan itu. Sekolah yang dikunjungi Machful antara lain SMA 1, SMP 1, SMP 2, dan SMK 3. ''Semestinya daftar ulang ya daftar ulang. Jadi jangan dikaitkan dengan masalah keuangan, misalnya tawaran pembelian seragam sekolah.'' Namun, dia agaknya sedikit toleran terhadap surat penawaran pakaian seragam, karena yang menerbitkan tawaran itu adalah koperasi sekolah. Dia menegaskan masalah seragam sekolah sebenarnya merupakan hak dari orang tua. Bahkan orang tua siswa juga tak disalahkan, kalau tak mampu membeli seragam atau siswa mengenakan pakaian itu dari warisan kakak, saudara atau teman. Orang tua juga dipersilakan membeli pakaian di mana saja. Namun ketika di SMA 1, dia sempat lega ketika berdialog dengan orang tua siswa. Salah satu calon orang tua murid ketika ditanya menjawab, pembelian seragam tersebut bersifat tawaran. ''Kalau ditanya wartawan ya seadanya. Jangan menjawab dipaksa membeli pakaian, karena kenyataannya kan koperasi yang menawarkan,'' kelakarnya disambut senyum beberapa orang tua calon siswa. Di SMP 1 misalnya, koperasi sekolah itu mengedarkan tawaran pembelian pakaian seragam seharga Rp 126.000. Menurut Machful, dari laporan yang masuk, sekolah negeri seperti SMA/MA, SMK serta SMP/MTs semuanya mendapatkan murid secukupnya.(aj-17s) |