| Jumat, 15 Juli 2005 | PANTURA |
Pembangunan Jembatan Kemuning Mandek
PEMALANG - Pembangunan Jembatan Kemuning yang menghubungkan Kabupaten Pemalang dan Pekalongan mandek sejak setahun lalu. Hal itu karena Pemkab Pemalang kehabisan dana. Jembatan yang dibangun di atas Kali Comal yang masuk wilayah Kecamatan Ampelgading dan Bodeh itu kini baru berupa tiga pilar fondasi. Sementara itu di sampingnya, sebuah jembatan lori milik Pabrik Gula (PG) Sragi, masih berdiri. Jembatan lori selama ini bisa dilewati kendaraan namun harus ekstrahati-hati. Sebab, landasan yang ada hanya berupa papan-papan kayu yang sering rusak. Bahkan, sudah sering kendaraan terperosok ke dalam jembatan. Karena satu-satunya sarana untuk menyebrang, walaupun berbahaya masih tetap dilewati. Warisun, warga Ampelgading, kemarin menuturkan, di atas jembatan lori sering terjadi kendaraan terperosok. Bahkan, ada seorang pengendara motor jatuh ke sungai dari jembatan tetapi hanya menderita luka-luka. ''Warga sangat mendambakan kelanjutan pembangunan Jembatan Kemuning sehingga tidak kesulitan lagi menyebrang sungai,'' ujarnya. Sementara itu, Kasubdin PU Binamarga Pemalang Ir Suwardi mengemuakan, Pemkab kini memang belum mempunyai anggaran lagi untuk meneruskan pembangunan Jembatan Kemuning. Pembangunan kali pertama dilakukan pada 2004. Panjang jembatan direncanakan 105 meter dan lebar 7 meter. Anggaran yang digunakan dari APBD II dan bantuan Pemerintah Pusat. Jumlah totalnya Rp 1 miliar lebih. Rp 3 Miliar Dana sebesar itu hanya mampu membangun fondasi atau tiga pilar penyangga jembatan pada 2004. Sementara itu, kerangka jembatan masih dimintakan bantuan kepada Pemerintah Pusat. Belum diketahui kapan kerangka jembatan baja itu akan dikirim. Nilai kerangka sekitar Rp 3 miliar. Bila kerangka datang maka Pemkab akan menganggarkan lagi untuk pekerjaan pemasangan dan pembuatan lantai landasan. Dia belum tahu berapa anggaran untuk itu. Yang penting, lebih cepat lebih baik. Daripada seperti sekarang, Pemkab setiap tahun mengeluarkan anggaran untuk perbaikan jembatan lori. ''Sambil menunggu kelanjutan pembangunan Jembatan Kemuning, kami terus memperbaiki jembatan lori. Akan tetapi karena peruntukan jembatan itu dahulu hanya untuk lewat kereta lori sedangkan sekarang yang melewati adalah berbagai kendaraan, maka kondisi fisiknya cepat mengalami kerusakan,'' ucapnya. Langkah yang terbaik memang melanjutkan pembangunan Jembatan Kemuning. Namun, Pemkab sekarang tidak mampu menanggung biayanya karena jumlahnya relatif besar. Selain menunggu bantuan kerangka jembatan dari Pemerintah Pusat, Pemkab mengajukan permohonan ke Pemerintah Provinsi.(sf-17j) |