logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 PANTURA
Line

Mayat Tak Dikenal Ditemukan di Hutan Banyuputih

  • Ada Tanda-tanda Penganiayaan

BATANG - Masyarakat Desa Banyuputih, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang kembali dikejutkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di hutan jati. Kali pertama mayat itu ditemukan oleh Slamet (55) sekitar pukul 10.30. Saat itu, dia bermaksud mencari rumput untuk kambingnya.

Saat berada di Petak 66 A hutan jati di utara jalan raya pantura itu, dia mencium bau menyengat. Kemudian, dia yang masuk hutan dari selatan mencari sumber bau itu ke utara.

Selang beberapa saat dia mencurigai banyak lalat pada salah satu tempat bawah pohon. Begitu mendekat, ternyata ada tubuh orang yang sudah kaku tertelungkup.

Slamet yang mengetahui hal itu segera pulang ke kampung memberitahukan penemuan mayat itu. Salah seorang warga kemudian menginformasikan ke Bripka H Rofi'i, anggota Polsek Limpung yang sedang bertugas di Pos Polisi Banyuputih. Penemuan mayat itu segera dilaporkan ke atasannya, Kapolsek AKP Zarkonil Chozip. Bersama dengan para anggotanya, Kapolsek menuju ke Petak 66.

Berita penemuan mayat itu dalam waktu singkat tersebar ke masyarakat. Warga pun berbondong-bondong menuju ke hutan.

Kawasan yang biasanya sunyi sepi itu menjadi ramai oleh hiruk pikuk orang untuk melihat mayat tersebut. Ada yang jalan kaki, ada pula yang naik motor. Bahkan, ada warga Gringsing yang mendengar penemuan mayat itu lalu berangkat naik mobil.

Penganiayaan

Kapolres AKBP Muhari SH yang menerima laporan itu memerintahkan Kasatreskrim AKP Guki Ginting bersama tim identifikasi untuk mengusut dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil pengecekan, di tubuh mayat itu ditemukan beberapa tanda bekas penganiayaan. Seperti leher lebam, dada kanan luka memar, kaki kiri lecet, dan juga ada bekas luka terbuka di tangan kanan.

Polisi tidak menemukan identitas mayat itu. Ciri-ciri tinggi 159 cm, mengenakan kaus oblong warna putih, celana ungu sudah luntur, serta celana dalam bertuliskan Tommy.

Raut muka mayat itu nyaris tak dapat dikenali lagi. Karena di samping lebam juga sudah membengkak dan dimakan belatung. Hanya yang masih jelas terlihat kumis tebal dan giginya ompong.

Bau menyengat tak mengurangi minat warga untuk menyaksikan polisi memeriksa mayat itu sampai selesai. Setelah ada pemeriksaan di tempat kejadian, jenazah dimasukkan ke kantong pembungkus kemudian dikirim ke kamar mayat RUSD Kalisari untuk divisum.

''Kami masih menyelidiki untuk mengetahui identitas mayat itu,'' ujar Kapolres melalui Kasatreskrim AKP Guki Ginting.(ar-44j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA