logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 WACANA
Line

Surat Pembaca

Rumput Alfalfa?

Saya menyampaikan sedikdit koreksi untuk berita Suara Merdeka beberapa waktu lalu tentang "Unwahas - Taiwan Jalin Kerja Sama" yang di dalamnya tertulis: "tanaman (rumput alfalfa)...". Sepengetahuan saya, alfalfa bukan jenis rumput (famili gramineae) tetapi legum (famili leguminoceae). Nama lain legum alfalfa adalah lucerne (medicago sativa L). Semoga bermanfaat.

Dr Ir Dwi Retno Lukiwati MS
Fak Peternakan Undip

-Terima kasih koreksiannya-Red

***

Masalah Turs

Dimuatnya tulisan saya Surat Pembaca 6 Juli 2005 berjudul "Untuk PT Exelcomindo", saya klarifikasi bahwa masalah tersebut telah diselesaikan dengan baik oleh perusahaan tersebut yang diwakili oleh Bpk Apri dan Bpk Toni. Saya ucapkan terima kasih dan semoga tetap melayani pelanggan dan mitra kerjanya dengan baik serta sukses dengan teknologi fiber optiknya.

Hendik Riyanto
Jl Gajah Timur II/4 Semarang

***

Bus Pahala Kencana

Tanggal 8 Juli 2005 saya dan keluarga ke Bandung naik bus Pahala Kencana dengan no kursi 25 s.d 28, Dalam perjalanan sampai transit di RM Sendangungu Weleri lampu masih nyala meski kecil dan situasi aman-aman saja. Tetapi setelah itu lampu dimatikan dan kami pun tertidur.

Tak terduga 3 HP kami lenyap digerayangi pencuri. Dalam keadaan panik kami melaporkan kejadian ini ke sopir dan menanyakan apakah ada penumpang yang turun karena 2 tempat duduk di depan kami sudah kosong. Tetapi dan kernet mengatakan kejadian itu biasa terjadi dan ada penumpang yang turun.

Pertanyaannya, apakah pihak pengusaha tidak meningkatkan keamanan penumpangnya. Memang ada syarat dalam tiket bahwa kehilangan/kerusakan barang menjadi tanggung jawab penumpang. Apakah menurut UU Perlindungan konsumen (UU no 8 Th 1999) pencantuman klausula baku seperti ini diperbolehkan.

Kami sudah melaporkan lewat telepon ke agen di Jl Dr Cipto Semarang tetapi dijawab akan dicek ke sopirnya yang masih ada di Bandung. Kami ingin memperingatkan kepada masyarakat agar lebih hati-hati bila menumpang bus. Kami sudah hati-hati eh... masih juga kehilangan 3 HP sekaligus.

Dewi Soelistyorini
Puri Anjasmoro K IV/15 Semarang

***

Mapel Agama

Setelah saya mendapatkan formulir pendaftaran siswa baru di SMPN Kota Semarang, reaksi pertama adalah kaget, tercengang dan akhirnya membenarkan dengan kondisi negeri yang carut marut ini. Bagaimana tidak, dalam formulir tersebut "hanya" diakui 5 mata pelajaran dan pelajaran pendidikan agama diabaikan.

Lebih tragis lagi saat saya mengambil formulir pendaftaran di MTSN 1 Kota Semarang, hal yang sama juga terjadi. Maka. jangan salahkan kalau negeri ini akan lebih "bobrok" lagi. Pada saatnya nanti siswa hanya berkutat pada mata pelajaran yang diutamakan saja, sementara pelajaran pendidikan keagamaan dikesampingkan.

Padahal semua tahu pendidikan agama adalah satu-satunya mata pelajaran "formal" yang rnendidik moral, etika dan budi pekerti. Dapat dibayangkan jika siswa sudah tidak beretika lagi. Maka pantas jika di semua departemen menjadi sarang koruptor.

Jangan heran pula jika di departemen yang religius dan banyak kiainya pun, penjahat berdasi berkeliaran bebas. Bahkan ironisnya menduduki rangking atas pula. Wahai pengambil kebijakan dan wakil rakyat, terlenakah kalian dengan amanah yang ada di pundakmu.

H Suselo Moehamad
Perum Klipang Blok P I/5 Semarang

***

Tanggapan Pelepasan Siswa Dom Sav 2005

Sebagai siswa saya ucapkan terima kasih atas saran Bpk Agus Suminto. Tetapi di balik kesan hura-hura yang ditampilkan putra-putri Dominico Savio Angkatan 2005 ada misi sendiri yang patut dipuji. Pementasan di hotel berbintang untuk menarik para donatur sehingga uang yang terkumpul cukup banyak.

Sebagian besar diserahkan pada Bpk/Ibu guru sebagai tali kasih dan membantu adik-adik siswa yang memerlukan beasiswa. Sata juga ucapkan terima kasih kepada para donatur dan panitia sehingga pelepasan siswa-siswi berjalan sukses.

Maria Amelia B (alumnus 2005)
Puspanjolo Tengah II/2, Semarang

***

Cerita Duka dari Banyumanik

Sungguh hati saya terharu dan menangis ketika seorang teman bercerita ada kepala SD di Banyumanik yang meninggal seketika ketabrak kendaraan bermotor tanpa lampu saat dia jalan pagi. Sungguh tragis apalagi Bpk tersebut baru saja dipindahkan ke Banyumanik.

Berangkat dari cerita duka ini saya mengetuk hati petugas Satlantas, Binamarga dan Perhubungan untuk merenung sejenak, barangkali sudah waktunya kompleks perumnas Banyumanik diberi rambu lalulintas dan pengaturan alur kendaraan. Sudah waktunya dikaji rute bis Damri.

Misal bagaimana kalau bus keluar tidak lewat Jl Meranti Raya tetapi lewat Jl Cemara Raya mengingat kondisi jalannya lebih luas. Penempatan rambu lalu lintas yang mengingatkan ada tempat ibadah sampai saat ini juga belum ada.

Mengapa saya usulkan, karena volume kendaraan di kompleks sudah sangat banyak sehingga dirasa menganggu kenyamanan beribadah. Saya mengusulkan bagaimana jika jalan yang melingkari tempat ibadah diberi penghalang (mirip di Alas Roban) agar kendaraan tidak ngebut.

Beberapa waktu yang lalu saya gembira melihat polisi mengatur kendaraan di perempatan masjid Muhajirin sebab di situ sering terjadi tabrakan. Semoga hal ini ada tindak lanjutnya bagi pengaturan lalu lintas di Banyumanik. Semoga tulisan kecil ini menyentuh hati dan menggerakan usaha membuat perumnas sebagai kawasan tertib hukum.

Parmanto SH MHum
Jl Meranti Raya 301, Semarang

***

Telkom Flexi

Saya pelanggan Flexi rumah no 0294) 5701082. Sebagai orang desa yang jauh dari jangkauan fasilitas telepon, awalnya saya cukup beruntung. Tetapi akhir - akhir ini dibikin pusing oleh kecanggihan jenis telepon yang bukan telepon biasa ini.

Betapa tidak, sejak terpasang setahun lalu benar - benar Iuar biasa rewelnya. Setiap kali rewel setiap kali itu pula saya laporkan ke pihak Telkom tetapi jawabannya selalu klise " hubungi BTL yang dulu memasang " . Terhadap jawaban yang tidak mencerminkan sikap profesional sebagai institusi pelayan jasa publik ini, maka sejak bulan Juli ini saya putuskan minta diblokir sementara

Bustari
Tanjungmojo Rt 1/Rw 3 Kendal

***

Bank Jateng atau BPD Jateng ?

Beberapa waktu lalu diberitakan bahwa BPD Jateng telah berganti nama nenjadi Bank Jateng. Namun waktu pemuatan neraca bank tersebut, nama BPD Jateng muncul kembali. Bahkan saya mendapat "koreksi" dari teller Bank Lippo ketika mencantumkan Bank Jateng dalam slip setoran kiriman uang.

Padahal saya bermaksud menyesuaikan dengan nama baru yang telah dipublikasikan agar tidak salah alamat. Sehubungan pengalaman tersebut, kiranya pihak manajemen bank ini berkenan menginformasikan lebih lanjut antarbank, harus menggunakan nama yang mana agar pengguna jasa bank tidak ragu.

AM Tony Kristianto Utomo
Jl Muara Mas Tmr 69, Semarang

***

PDAM Semarang

Kami bersyukur atas terwujudnya fasilitas umum berupa zebra cross atau marka penyeberangan jalan di depan Masjid At-Taqwa J1 Kelud Raya Semarang. Warga sekitar sudah lama mendambakan fasilitas tersebut, karena arus lalu lintas sangat padat dan rawan kecelakaan.

Tanggal 11 Juni 2005 PDAM Kota Semarang memberikan bantuan untuk warga Kelurahan Petompon umumnya dan warga RT 1/RW 3 berupa fasilitas tersebut. Ini bentuk keperdulian instansi pemerintah terhadap lingkungannya. Selamat bertugas, selamat berkarya.

Wahyu DP (ketua RT)
Tampomas Dlm VIII/15 Semarang


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA