| Jumat, 15 Juli 2005 | SEMARANG |
Mendiknas Akan Klarifikasi Ijazah Cawabup Ambar FathonahUNGARAN - Mendiknas Bambang Sudibyo dalam pekan ini merencanakan menurunkan dua tim di bawah dua dirjen terkait dengan turunnya surat Kanwil Depag Jateng yang memutuskan menyetarakan ijazah calon wakil bupati Hj Siti Ambar Fathonah dengan ijazah SLTA negeri. Surat itu masih menimbulkan kecurigaan beberapa pihak di Ungaran terutama para calon. Hal tersebut dikemukakan kelompok Masyarakat Peduli Pendidikan di Ungaran, kemarin. Yasin selaku juru bicara kelompok tersebut mengatakan, Rabu siang lalu, Mendiknas telah menerima berkas dokomen ijazah Ambar. Untuk pendalaman lebih lanjut, berkas tersebut kini sedang dipelajari tim. Sekilas, lanjut Yasin, staf Mendiknas kaget dengan surat keterangan tersebut. ''Ijazahnya tampak sederhana sekali,'' komentar Mendiknas seperti dikutip Yasin sambil membolak-balik lembaran fotokopi yang dikirim dari Ungaran. Plt Kadiknas Kabupaten Semarang Tukiman yang diminta konfirmasinya petang kemarin, mengatakan pihaknya belum mendapat kabar tentang rencana Mendiknas menurunkan tim untuk melakukan klarifikasi ijazah calon wakil bupati. Kalau mau diadakan klarifikasi, Depdiknas, katanya sudah memiliki prosedur tetap.''Kalaupun ada tim yang diturunkan kemungkinan hanya delegasi saja, bahkan kemungkinan akan diserahkan wilayah, jelasnya. Seperti diberitakan, Kakanwil Depag Chabib Thoha dalam suratnya bertanggal 27 Juni 2005, dengan tegas menyebut ijazah yang dikeluarkan Pondok Pesantren Pabelan, Muntilan, Magelang dinyatakan sederajat dan setara dengan ijazah MA/SLTA negeri. Atas keterangan tersebut, Ambar dinyatakan memenuhi syarat untuk maju sebagai calon wakil bupati mendampingi calon bupati Bambang Guritno. Sementara itu, pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) Kabupaten Semarang akan sulit terlaksana dengan baik jika KPUD belum dapat memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga itu. Selain itu, anggota komisi tersebut juga harus dapat mengubah sikap arogan menjadi saling menghargai sesama institusi serta bersikap profesional. Hal itu disampaikan anggota Panwas Pilkada H Agus Hasto Oetomo dan anggota Dewan Pendidikan (DP) HM Saerozie kemarin. (C17-51j) |