logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 SEMARANG
Line

PSB di Kendal Diperpanjang

  • Sejumlah Sekolah Kekurangan Murid

KENDAL - Penerimaan Siswa Baru (PSB) di Kabupaten Kendal yang seharusnya ditutup 13 Juli lalu, akhirnya diperpanjang hingga 15 Juli. Kebijakan Dinas P dan K tersebut ditempuh untuk mengatasi adanya sejumlah sekolah di tingkat SMP ataupun SMA yang masih kekurangan murid.

"Kami mendapat laporan, sejumlah sekolah masih mengalami kekurangan murid saat PSB ditutup 13 Juli lalu. Terkait dengan hal ini, kami memutuskan untuk memperpanjang pendaftaran PSB hingga 15 Juli," kata Kasubdin PP Dinas P dan K Pemkab Kendal, Drs Utomo MPd, kemarin.

Dia menjelaskan, sejumlah sekolah yang masih kekurangan murid terutama adalah sekolah swasta dan negeri yang baru berdiri. Antara lain SMAN Patean yang memiliki tiga ruang kelas masih kekurangan 40 murid (1 kelas), SMP Muhammadiyah Kendal yang memiliki tiga ruang kelas masih kekurangan sekitar 100 murid, dan SMA PGRI Boja masih kurang 40 murid.

"Sebenarnya cukup banyak sekolah yang masih kekurangan murid hingga penutupan PSB. Hanya saja, sampai hari ini kami belum menerima laporan dari mereka. Sekolah yang melaporkan kekurangan murid hanya sebagian kecil," ujar Utomo.

Biaya Gratis

Bagi sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid, lanjut Utomo, Dinas P dan K mengimbau kepada kepala sekolah untuk melakukan jemput bola. Kepala sekolah (kasek) dituntut berperan aktif untuk mencari murid ke desa-desa dan lingkungan tempat sekolah berdiri.

"Murid yang mau bersekolah dan mendaftar ke SMP setelah PSB, Dinas P dan K memberikan kebijakan untuk membebaskan biaya sekolah. Sementara murid yang mendaftar ke SMA setelah PSB, nantinya akan memperoleh Bantuan Khusus Murid (BKM) Rp 60.000/orang," tandasnya.

Utomo menambahkan, sekolah tingkat SMP terutama yang berstatus swasta di wilayah Kecamatan Kota Kendal diperkirakan memiliki daya tampung lebih.

"Kondisi ini tentu berbeda dengan di Kecamatan Ngampel dan beberapa daerah lain. Di Kecamatan Ngampel, diperkirakan daya tampung SMP tak mencukupi. Para lulusan SD di wilayah ini akhirnya mencari sekolah lanjutan ke luar kecamatan," tutur Utomo. (G15-37h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA