| Jumat, 15 Juli 2005 | SEMARANG |
20 Persen Anak di Jateng TelantarUNGARAN - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesejahteraan Sosial (Dinkesos) Jateng Ahmad Fauzi mengatakan, sekitar 20% anak di Jawa Tengah dalam keadaan telantar. Berdasar data Dinkesos tahun 2004 terdapat 143.470 anak telantar. Hal tersebut dia sampaikan di tengah-tengah peringatan Hari Anak Nasional di panti asuhan (PA) Wira Adi Karya Ungaran, kemarin. Peringatan itu dihadiri 22 panti asuhan milik Pemprov Jateng. "Namun dari 143.470 anak telantar tersebut, sebanyak 2.302 dapat tertampung di panti asuhan milik pemerintah, sedangkan 20.330 anak tertampung di 421 PA swasta," kata Ahmad. Dalam rangka mengurangi jumlah anak yang secara sosial, ekonomi, dan psikis tidak beruntung itu, pihaknya tetap meningkatkan pelayanan di panti asuhan yang tersebar di Jateng. "Banyak faktor yang membuat anak telantar, bisa karena kemiskinan, terkucil atau ditelantarkan, dieksploitasi, dan diusir dari keluarga. Kami bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menekan angka ketelantaran tersebut," tandas Ahmad didampingi Kasubdin Asistensi Sosial, Sumirah. Ahmad juga mengatakan, jumlah anak telantar dari tahun ke tahun cenderung bertambah, sehingga pihaknya menempuh upaya untuk memberikan bekal keterampilan di panti asuhan. "Kami memberikan keterampilan menjahit, mengelas, membordir, montir, dan kursus menyetir dengan harapan mereka bisa mandiri," terangnya. Menurut Ahmad Fauzi, sesuai amanat UU 23/ 2002 tentang Hak dan Perlindungan Anak, definisi anak yang harus dilindungi negara adalah yang berusia di bawah 18 tahun. "Jadi ketika masih dalam kandungan pun, bila orang tua anak tidak mampu, pemerintah bisa membantu," tandasnya. Penanganan anak telantar, lanjut Ahmad, dilakukan secara bertahap dikarenakan dana pemerintah yang terbatas. Spesial Hari Anak yang jatuh setiap tanggal 23 Juli itu kemarin dirayakan di PA Wira Adi Karya Ungaran dan berlangsung meriah selama dua hari. Ketua Panitia Sumirah mengatakan, tahun ini adalah tahun spesial bagi anak. "Spesial karena dalam perayaan ini anak-anak menjadi subjek atau pelaku. Pada tahun-tahun sebelumnya hanya dirayakan dengan cara seminar tentang anak," jelas dia. Sumirah juga menyatakan dalam peringatan hari anak tersebut juga digelar hasil kreativitas anak. "Jadi anak-anak panti dilibatkan secara langsung. Sebanyak 22 anak panti milik pemerintah se-Jateng turut serta dalam lomba yang diadakan Dinkesos bekerja sama dengan pengurus semua panti itu," ujarnya. Dalam kegiatan itu digelar lomba cerdas cermat, lomba foto kegiatan panti, dan gelar kreativitas anak-anak panti. (H14- 51d) |