logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 SEMARANG
Line

Tiang Jembatan Antarmal Dikurangi

SEMARANG - Konstruksi jembatan penghubung Mal Ciputra dan Plasa Simpanglima saat ini masih dalam tahap pembuatan pondasi di sisi Mal Ciputra. Selain itu juga menunggu konstruksi atap dan penyangga di sisi Plasa Simpanglima.

Penyelesaian jembatan itu dipastikan akan mundur beberapa pekan dari jadwal semula, namun masih tetap di bulan Oktober tahun ini.

Mundurnya penyelesaian itu disebabkan adanya perubahan konstruksi, yakni jembatan yang semula dirancang dengan banyak tiang pancang dikurangi untuk memberikan ruang bagi lahan parkir. "Hingga saat ini pengerjaan pondasi termasuk tiang pancang sudah selesai. Pengerjaannya memang mengalami kemunduran beberapa pekan dari jadwal yang sudah ditentukan," kata Muhammad Verga, Manager Mal Ciputra.

Dikatakan, ada perubahan struktur dan arsitek bangunan. Semula bangunan dirancang dengan banyak tiang pondasi, namun diubah menjadi sedikit tiang. Dengan demikian, ruang yang ada bisa digunakan sebagai lahan parkir. Dia menambahkan, hingga akhir Juli nanti diharapkan pembangunan sudah masuk ke tahap pengerjaan struktur di atas pondasi. Selain ber-AC, fasilitas ruang akan dilengkapi dengan eskalator.

"Untuk sisi Mal Ciputra, kami akan membangun 20 gerai/toko dengan ukuran bervariasi 4x3 meter dan 4x4 meter. Besaran sewa gerai belum bisa ditentukan karena keadaan ekonomi yang masih fluktuatif," ujarnya.

Verga menambahkan jumlah peminat yang telah mendaftar lebih banyak dari gerai yang dibangun. Untuk itu, pihaknya akan melakukan proses seleksi meliputi jenis produk dan karakter penyewa dalam menentukan penyewa gerai itu.

Sementara itu, Ir B Chris Saputro Direktur Operasional PT Plasa Simpanglima menuturkan, pembangunan jembatan antarmal saat ini sedang menunggu konstruksi atap dan penyangga. Untuk bagian ini, pengerjaan sudah sesuai dengan jadwal. "Untuk desain luar memang selalu mengalami perkembangan," tuturnya.

Ditanya target penyelesaian pada akhir Juli ini, dia tidak menjawab secara pasti. "Kami mengharapkan pembangunan sudah masuk ke tahap pengerjaan kolom di atas jembatan dan struktur," ujarnya.

Dia menjelaskan, jumlah toko yang akan dibangun sebanyak 22 buah dengan ukuran 3x3 meter. Senada dengan Verga, menyangkut besarnya sewa belum bisa ditentukan. "Kami akan selektif menentukan penghuni toko karena jumlah peminatnya sudah melebihi jumlah toko yang akan kami bangun."

Salah satu kriteria seleksi adalah jenis dan kualitas produk serta catatan latar belakang usaha peminat.

Soal seleksi terhadap pedagang PKL di kawasan Simpanglima, ia menyatakan belum ada kepastian. Sebab, konsep penempatan pedagang belum dibahas secara matang.

Pihak Mal Ciputra dan Plasa Simpanglima masih membahas konsep tersebut.(H10-60v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA