logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 SEMARANG
Line

PNS Akpol Jadi Korban Jambret

SEMARANG- Aksi penjambretan di Semarang kian menggila. Pelaku tak pandang bulu memangsa korbannya. Jika beberapa waktu lalu mahasiswi dan karyawati yang menjadi mangsa, Senin (11/7) seorang pegawai negeri sipil (PNS) Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang dirampas tasnya saat melintas di Jl Semeru, Gajahmungkur.

Akibat kejadian itu, korban Sri Sulastri (40) kehilangan dua telepon genggam masing-masing merek Nokia dan Siemens, uang Rp 5 juta, KTP, ATM, dan beberapa surat penting lainnya.

Selain itu, Ester (26), warga Jl Gebanganom, Genuk, mengalami nasib sama. Ketika membonceng motor temannya di ruas Jl Selomas Tanah Mas, tas miliknya berisi uang Rp 1.050.000 dijambret dua orang tak dikenal pukul 21.00. Dia melaporkan kejadian tersebut ke petugas Polsek Semarang Utara, Selasa (12/7).

Peristiwa itu di luar dugaannya. Tas berisi uang tersebut ditaruh di atas jok dan diduduki. Namun dua orang penjambret mengetahui tas itu. Dia menduga pelaku sudah mengincar selama dalam perjalanan ke rumah familinya.

Kejadian yang menimpa Sri Sulastri terjadi sekitar pukul 11.30. Wanita yang tinggal di Asrama Polisi Kompleks Akpol tersebut sedang dalam perjalanan ke Jl Tengger untuk sebuah urusan. Dia melewati Jl Semeru sendirian mengendarai sepeda motor. Meski siang hari, jalan tersebut memang kerap lengang karena tidak terlalu banyak kendaraan yang melintas.

Tiba-tiba, dari arah belakang muncul dua lelaki berboncengan motor Suzuki Satria. Mereka memepet korban dari sebelah kiri. Salah seorang pelaku merebut paksa tas di bahu kiri korban. Sri menjerit, tetapi tak dapat berbuat banyak melihat penjambret kabur.

"Saya mengejar, tetapi kalah cepat. Mereka cepat sekali menghilang," tutur Sri ketika melapor ke Polres Semarang Selatan.

Beberapa kejadian sebelumnya juga terjadi di sekitar wilayah Gajahmungkur dan Semarang Selatan. Antara lain menimpa Ita Ekowati (21), karyawati Bank HSBC Jl Gajahmada, Jumat (8/7). Korban yang tinggal di Jl Kendeng Barat IX itu kehilangan tas berisi uang Rp 575.000 dan sejumlah surat berharga seperti KTP, dua buah ATM, dan surat kontrak kerja.

Sementara pada Sabtu (2/7) di Jl Kelud Raya, sekitar 100 meter arah selatan perempatan lampu merah Kaligarang, dua mahasiswi sekaligus menjadi korban. Mereka adalah Nokimah (21) dan Oktaviana (20), keduanya mahasiswi Stikubank yang tinggal di kos Jl Kendeng Barat VI, Sampangan.

Mereka kehilangan dua buah ponsel Samsung SCH 356 dan Nokia 3610, dua dompet berisi uang sejumlah Rp 150.000, kartu ATM, KTP, dan surat gadai.

Semua barang itu dimasukkan dalam tas yang dibawa Oktaviana, pembonceng. Polisi telah melacak komplotan penjambret yang amat meresahkan tersebut, tetapi hingga kini belum membuahkan hasil.(G3,G5-60s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA