| Jumat, 15 Juli 2005 | SEMARANG |
Masuk SMA Negeri Ditarik Sumbangan Rp 5 Juta
GROBOGAN - Para orang tua siswa mengeluarkan uang tidak sedikit, bahkan mencapai jutaan rupiah untuk menyekolahkan anaknya hingga tingkat SMA di Grobogan. Dikabarkan, mereka rela mengeluarkan uang tersebut karena nilai ujian nasional (UN) anaknya di bawah standar. Meski demikian, ada pula yang merasa keberatan dengan besarnya biaya tersebut. "Saya ingin menghadap kepala sekolah untuk menanyakan besarnya sumbangan pendidikan. Informasinya mencapai Rp 5 juta. Kalau sebesar itu, saya tidak mampu," ujar Haris, orang tua calon siswa baru. Kepala SMAN 1 Purwodadi Margono mengatakan, memang ada beberapa siswa yang memberikan sumbangan pendidikan kepada komite sekolah antara Rp 500.000 - Rp 5 juta. Sumbangan itu sukarela, dan dananya masuk ke komite sekolah. Tak Membatasi Ditambahkan, pihaknya tidak membatasi masyarakat yang ingin memberikan sumbangan pendidikan ke SMA Negeri 1 Purwodadi. Semakin besar sumbangan yang diberikan pihaknya sangat berterima kasih. "Tak hanya itu, kalau ada pengusaha yang bersedia membantu, kami sangat berterima kasih," ujarnya. Di SMAN 1 Purwodadi calon siswa dibebani biaya awal pendidikan, seperti masa orientasi siswa (MOS), pembelian seragam, sumbangan, dan lainnya. Sumbangan siswa putra sekitar Rp 415.000, siswa putri tidak berjilbab sekitar Rp 390.000, dan siswa putri berjilbab Rp 435.000. Hal senada diungkapkan Kepala SMK 1 Purwodadi Murwanto. Menurutnya, di sekolahnya memang ada yang memberikan bantuan pendidikan, namun besarnya tidak terlalu signifikan. "Besarnya bantuan bervariasi. Mereka dibagi dalam empat ranking, sebagai bentuk penghargaan atas prestasi yang mereka raih," katanya. Lebih lanjut dia mengatakan, untuk ranking I besarnya Rp 425.000, ranking II Rp 475.000, ranking III Rp 525.000, dan ranking IV Rp 600.000. (H3-51d) |