logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 SEMARANG
Line

RSDK Tak Ambil Sumsum Rafli

SEMARANG - Berdasarkan hasil rapat dengan Direktur Pelayanan, dokter Budi Riyanto SpPD yang menangani Rafli Romadhon (2 tahun 6 bulan), Kabag Pemasaran Drs M Djajadi RS Dokter Kariadi (RSDK) membantah pengambilan sumsum terhadap anak penderita lumpuh itu.

"Yang diambil bukan sumsumnya melainkan cairan Cerebrospinal, cairan yang terdapat pada saluran tulang belakang,'' ungkapnya, kemarin.

Pengambilan cairan bukan penyebab kelumpuhan Rafli. Dia mengemukakan, melihat penyakit yang dideritanya, meskipun tidak dilakukan pengambilan, anak tersebut tetap akan mengalami kelumpuhan.

Seperti yang diberitakan (11/7), Rafli mengalami kelumpuhan semenjak pulang dari menjalani perawatan di RSDK selama 28 hari. Saat ini keadaannya sangat memprihatinkan. Selain lumpuh, dia tidak dapat berbicara, badannya seakan terbalut tulang dan kulit, dan matanya buta.

Ibunya, Sri Kunjarwati (36), menuturkan, saat dirawat di RSDK anaknya pernah diambil sumsumnya oleh dokter magang sebanyak dua kali dengan suntikan. Berdasarkan keterangan tertulis RSDK kepada wartawan, kemarin, anak pasangan Supari (36) dan Sri Kunjarwati (36) menderita Tuberculosa miliar dengan radang otak akibat TBC.

RSDK melalui dokter dan perawat telah menginformasikan kepada orang tuanya tentang kondisi itu. Dari pihak keluarga, juga telah menyetujui saat tim medis akan mengambil tindakan pemeriksaan cairan Cerebrospinal atau pemeriksaan lain untuk menegakkan diagnosis penyakit dan melakukan terapi. Seiring dengan waktu, kondisi Rafli mengalami kemajuan walau tetap ada cacat pada fungsi otak.

Bantah Malapraktik

Djajadi juga membantah adanya dugaan malapraktik pada kelumpuhan yang menimpa Rafli. "Penanganan pasien itu sudah mengikuti prosedur yang baku dan kelumpuhan yang dialami sama sekali bukan akibat malapraktik,'' tandasnya.

Karena pasien menghentikan kontrolnya, RSDK tidak bisa memantau kondisinya secara kontinu. Masalah biaya, dia juga menjelaskan, RSDK akan mengupayakan pembebasan penmbayaran melalui Asuransi Kesehatan Mayarakat Miskin (Askes Maskin).

Mengenai perbedaan alamat keluarga Rafli, pihaknya akan membantu sepenuhnya agar bisa memakai askes tersebut. Saat ditanya tentang ketidakhadiran para dokter yang menangani Rafli dalam acara press release, dia menyatakan hal itu lantaran kesibukan mereka.

Meskipun tidak hadir, mereka ikut membahas masalah tersebut dalam rapat dengan Direktur Pelayanan. "Dokter yang hadir dalam rapat ini adalah dokter Cipta Bahtera SpA, dokter Alifiani SpA, dan dokter Budi Santosa SpPD. Mereka semua dari bagian anak. Sementara itu, keterangan dari rilis saja dulu. Nanti, jika ada yang kurang jelas baru diatur kembali jadwal pertemuan dengan mereka,'' paparnya.(lin-18j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA