logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Sekolah Kejuruan Menjadi Primadona

MAGELANG- Sekolah kejuruan di Kota Magelang masih menjadi primadona lulusan SMP untuk melanjutkan pendidikan. Seperti SMK Negeri 1, jumlah pendaftarnya untuk sembilan program keahlian mencapai 1.504 siswa. Ternyata dari pengumuman penerimaan yang dilaksanakan Kamis (14/7), yang diterima hanya 540 anak.

Hal serupa juga di SMK Negeri 2, yang membuka tiga program keahlian. Jumlah pendaftarnnya 783 siswa, tetapi yang diterima hanya 320 siswa. SMK Negeri 3 pendaftarannya 344, yang diterima untuk tiga program keahlian 240 siswa.

''Yang gagal masuk ke SMK negeri pasti mendaftar ke SMK swasta yang berjumlah mencapai 15 sekolah. Saya optimistis, sampai kegiatan belajar mengajar dimulai 18 Juli mendatang, beberapa SMK swasta siswanya penuh,'' kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang Drs Hari Riyadi MPd, kemarin.

Kepala SMK Negeri 1 Drs Ch Heru Subroto MPd menuturkan, dalam dua tahun ini sekolahnya membuka dua program keahlian baru. Tahun 2004 membuka program teknik komputer dan jaringan, yang khusus mempelajari perangkat komputer.

Tahun ini membuka program teknik pendingin dan tata udara yang mempelajari perbaikan AC.

Berbeda dari pengumuman penerimaan tahun lalu, pada tahun ini lokasi SMK Negeri 1 sepi dari puluhan stan yang dibangun SMK swasta untuk menerima calon siswa yang gagal diterima di sekolah negeri tersebut. Itu berkaitan dengan digunakan sistem online pada PSB tahun ini.

''Calon siswa yang mendaftar di SMK Negeri 1 dengan tiga pilihan program keahlian, setiap hari bisa melihat jurnal penerimaan. Kalau posisinya sudah tidak mungkin bisa diterima, langsung pendaftarannya dicabut. Selanjutnya pindah mendaftar ke SMK swasta,'' ujarnya.

Toleransi

Tahun lalu, ungkap Heru, SMK Negeri 1 memang minta kepada SMK swasta untuk membuka stan PSB di sini.

Tujuannya untuk memudahkan calon siswa mencari sekolah, mengingat lokasi SMK swasta berpencar.

''Dengan cara ini, maka siswa yang gagal diterima di SMK Negeri 1 cukup mendaftar ke SMK swasta yang membuka stan di tempat kami.''

Kepala Dinas Pendidikan menyatakan pihaknya memberikan toleransi bagi sekolah swasta untuk menerima siswa baru sampai masuk sekolah 18 Juli mendatang. Pada hari itu baru bisa diketahui SMK swasta yang kekurangan siswa.

Menurutnya, berdasarkan data PSB pada 12 Juli lalu, banyak sekolah swasta yang jumlah pendaftarnya lebih banyak dibandingkan dengan jumlah lulusannya.

Misalnya SMK Wiyasa yang tahun ini meluluskan 67 siswa, ternyata jumlah pendaftar kelas I mencapai 107 siswa. Berarti ada kenaikan jumlah siswa dari tahun ke tahun.

''Saya tidak membandingkan dengan daya tampung. Karena daya tampung merupakan sasaran ideal yang akan dituju. Dengan siswa yang mendaftar banyak, maka sekolah bisa terus berkembang yang nantinya diharapkan mencapai daya tampung yang disediakan,'' tambahnya. (P60-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA