logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Anak-anak Tak Nikmati Masa Kanak-kanak

YOGYAKARTA - Krisis ekonomi yang berkepanjangan telah membawa dampak dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk nasib anak-anak.

Mereka seharusnya masih menikmati masa kanak-kanak atau meneruskan pendidikan, tapi ternyata harus ikut membantu orang tua mencari nafkah dengan menjadi pengamen dan pengemis.

Di Yogyakarta banyak ditemui anak-anak yang dipaksa bekerja oleh orang tuanya sebagai pengamen, pengemis atau pekerjaan-pekerjaan lain yang tidak seharusnya dilakukan.

Hal itu dikemukakan oleh Dra Sri Djoharwinarlien SU dari Ikatan Sarjana Wanita Indonesia (ISWI) Cabang Yogyakarta, kemarin.

Menurut dia, berbagai kasus yang terkait dengan masalah anak cukup beragam, dan advokasi anak jalanan yang dilakukan oleh Rumah Singgah Anak Mandiri di Yogyakarta antara lain perkelahian, kecelakaan, depresi, kasus married by accident, pelecehan seksual dan lain-lain.

Belum Efektif

Meskipun UU No 7 Tahun 1984 tentang Pengesahan Konvensi, berisikan mengenai penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan dan anak-anak, tetapi realitasnya penegakan hukum belum berjalan efektif.

Kasus perdagangan perempuan yang ditangani Kepolisian RI tahun 2000 sebanyak 1.683 kasus dan hanya 1.094 yang diajukan ke pengadilan. Ironisnya, tidak ada laporan lebih lanjut mengenai penyelesaian persidangan tersebut.

Berkaitan dengan itu, perlu kiranya diadakan sarasehan tentang perlindungan anak dari kekerasan baik di rumah maupun di jalanan, sehingga ada langkah-langkah konkret untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak.

Sarasehan kerja sama antara ISWI Cabang Yogyakarta dengan Yayasan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Sehati (YP3AS) DIY tersebut diselenggarakan Jumat (15/7) di Kantor ISWI Jalan Urip Sumohardjo 105 dengan tema ''Perlindungan Anak dari Tindak Kekerasan dalam Rumah dan di Jalan'' dengan pembicara Prof Dr Sartini Nuryoto, Ida Wiendihjarti MSi, serta dari Dinas Sosial DIY. (P12-55d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA