logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Nenek Dibunuh, Motor Dibawa Kabur

  • Perampokan Siang Bolong

PURWOREJO- Perampokan yang disertai dengan pembunuhan terjadi di RT 4 RW 2 Kelurahan Sucenjurutengah, Bayan, Purworejo, Kamis (14/7) pukul 10.30 kemarin. Pemilik rumah, Ny Tuminah alias Mbah Tumpek (70), dibunuh pelaku.

Jenazah wanita renta itu ditemukan tergeletak di kursi bambu, yang ada di dapur rumahnya. Dengan posisi mulut dibungkam dengan kain selendang, kakinya diikat kain selendang dan tangannya diikat dengan karet ban. Sementara di leher korban, terlihat ada luka bekas cekikan.

Keterangan yang dihimpun dari tempat kejadian menyebutkan, pada Rabu malam ada tamu yang datang ke rumah korban.

Kemudian pada Kamis siang ada warga yang melihat empat orang berada di dekat rumah korban. Empat orang tak dikenal itu mengendarai dua kendaraan sejenis Yamaha RX.

Keterangan seperti itu didapat dari tamu korban, warga Lugosobo, Gebang, yang siang itu mampir ke rumah Mbah Tumpek. Kabar yang beredar, karena pintu rumah korban terkunci maka tamu korban itu langsung pergi. Tetapi karena ada firasat buruk, lalu dia berusaha berbalik lagi ke rumah korban.

Sesampai di rumah korban, orang tersebut tidak melihat empat orang yang sebelumnya berada di depan rumah. Tetapi tamu itu tidak tahu telah terjadi pembunuhan di rumah tersebut. Orang yang kali pertama tahu terjadi pencurian dan pembunuhan adalah anak korban, Darmaji (40).

Dimintai Keterangan

Setelah melepas ikatan pada tubuh korban, lalu Darmaji menyusul kakaknya, Margono (45) dan Suprapdi (anak Margono), yang siang itu sedang bekerja memperbaiki masjid desa setempat.

Mayat korban beberapa saat setelah kejadian, dibawa ke RSUD Purworejo untuk divisum dokter. Atas kejadian itu, ratusan tetangga korban melayat ke rumah duka. Pemakaman korban dilakukan Kamis sore kemarin di desa setempat.

Kapolres AKBP Drs Muhammad Nur SH melalui Kasat Serse Iptu M Muchdori mengatakan, kejadian itu tergolong pencurian dengan kekerasan. Terbunuhnya korban diperkirakan bukan berlatar belakang pembunuhan.

Sampai Kamis sore kemarin, polisi belum memiliki gambaran siapa pelakunya, lantaran dalam kejadian itu tidak ada saksi yang mengetahui peristiwa itu. Tetapi Kasat Serse menyatakan masih berusaha keras untuk segera menguak kasus tersebut.

Untuk keperluan itu, kemarin sore polisi meminta keterangan beberapa orang, termasuk anak-anak korban. ''Kami akan melakukan penyelidikan guna pengungkapan kejadian itu, diawali dengan pemeriksaan saksi-saksi yang dimungkinkan membantu penyelidikan kasus ini. Apa pun kendalanya kita akan berusaha,'' tegasnya.(yon-55s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA