logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Arroyo Kecam Oposisi Tak Punya Tujuan

MANILA - Presiden Filipina Gloria Macapagal Arroyo Kamis kemarin balas mengecam kubu oposisi, sehari setelah 30.000 orang berdemonstrasi mendesak dia meletakkan jabatan. Dia juga melanjutkan upaya menyusun kembali tim ekonominya.

Arroyo mengatakan, kubu oposisi tidak punya tujuan yang jelas dan hanya akan menjerumuskan Filipina ke jurang ketidakpastian. Karena itu, dia menegaskan tidak akan mengundurkan diri.

Sebaliknya, dia kian menggiatkan upaya menata ulang tim ekonomi dalam kabinetnya. Kemarin, dia memindahkan Romulo Neri dari posisi menteri perencanaan perekonomian ke menteri anggaran.

Di samping itu, dia juga menunjuk Peter Pavila (eks banker yang saat ini menjadi kepala Bursa Efek Filipina) sebagai menteri perdagangan. Sementara Tito Santos, wakil Neri, diangkat menjadi menteri perencanaan perekonomian.

"Semua perubahan itu sangat baik bagi perekonomian," kata Jose Vistan, analis AB Capital Securities, Manila. "Gloria menunjukkan kemampuannya untuk mengelola perekonomian. Dia tidak terpengaruh oleh apa yang terjadi di lingkup politik."

Tim ekonomi baru itu harus memikul tugas berat untuk memastikan agenda reformasi tetap berjalan sesuai rencana. Pada saat yang sama, Arroyo memusatkan perhatian dan energinya untuk mengatasi persoalan-persoalan politik.

Kekuatan Solid

"Saya tantang kaum oposisi. Tunjukkan pada saya apa rencana kalian. Kalian tidak punya gagasan apa-apa. Kalaupun rakyat tidak menyukai saya sekarang, mereka seharusnya tidak mengikuti orang-orang yang tidak punya tujuan," kata Arroyo.

Kubu oposisi memandang tantangan Arroyo itu hanya jebakan. Mereka tampaknya tengah mencoba mengajukan impeachment terhadap Presiden melalui Kongres. Mereka sadar, Arroyo punya kekuatan yang solid baik di Senat maupun DPR.

Kendati demikian, pembelotan beberapa sekutu Arroyo akhir-akhir ini telah memberikan harapan kepada kaum oposisi bahwa opsi impeachment itu bisa berhasil.

"Orang seharusnya tidak mengumbar tantangan yang bisa membuatnya menyesal kelak," kata Ronaldo Zamora, wakil rakyat dari kubu oposisi. "Saya kira, kami akan memulai proses impeachment dengan dukungan suara yang signifikan."

Mosi impeachment awalnya harus didukung oleh sedikitnya 79 anggota, sepertiga anggota DPR, yang selanjutnya diajukan ke dalam sidang Senat. Mosi impeachment itu akan diajukan pada 25 Juli setelah Kongres mengakhiri masa reses.

Kemudian, keputusan untuk memecat presiden harus didukung oleh dua pertiga anggota Senat. Senat Filipina terdiri atas 23 senator.

Namun, proses impeachment yang berlangsung lama bisa memperpanjang situasi politik yang tidak menentu. Terlebih lagi, apabila kubu oposisi terus-menerus mengadakan aksi-aksi demonstrasi. (rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA