logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Eropa Mengenang Korban Bom

Polisi Interogasi Seorang Tersangka

LONDON - Jutaan warga Eropa mengheningkan cipta selama dua menit Kamis kemarin untuk mengenang korban tragedi bom di London sepekan lalu. Sementara itu, polisi masih berusaha keras melacak keberadaan otak pengeboman tersebut.

Di London, para pekerja keluar dari kantor dan berbaris di jalan. Taksi dan bus berhenti sejenak. Pesawat-pesawat di bandara mematikan mesin dan menunda penerbangan. Di Stasiun King's Cross, ratusan orang berkumpul di depan peron. Stasiun King's Cross menjadi salah satu lokasi ledakan yang dilakukan oleh empat orang warga Inggris keturunan Pakistan. Para pelaku peledakan itu belakangan diketahui berasal dari Leeds, England utara.

Perdana Menteri Tony Blair mengheningkan cipta di taman Downing Street, sementara Ratu Elizabeth di Istana Buckingham. Upacara mengheningkan cipta juga dilakukan di Madrid dan Bali, dua tempat yang pernah menjadi sasaran bom dahsyat.

Pencarian

Sekitar 64 km dari London, polisi menggeledah sebuah rumah di Kota Aylesbury untuk menemukan petunjuk-petunjuk tentang pelaku pengeboman itu. Peledakan bom dengan modus bunuh diri ini merupakan yang pertama kalinya terjadi di Eropa barat.

Satuan polisi mendatangi rumah itu Rabu malam lalu, namun tidak dilakukan penangkapan. Mereka juga tidak menemukan bahan peledak.

Polisi saat ini sedang menginterogasi seorang pria berusia 29 tahun yang ditangkap Selasa lalu. Dia diduga bekerja sama dan ikut mempersiapkan peledakan bom itu. Pria itu ditangkap dalam operasi perburuan di Leeds, Selasa lalu. Media massa masih ramai memberitakan detil-detil latar belakang pengebom. Salah seorang pengebom, Shehzad Tanweer, berusia 22 tahun. Dua rekannya bernama Hasib Mir Hussain (18) dan Mohammed Sadique Khan (30). Khan adalah ayah seorang anak yang bekerja sebagai guru bantu anak-anak cacat. (rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA