logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 INTERNASIONAL
Line

Sensor Terganggu, NASA Tunda Luncurkan Discovery

CAPE CANAVERAL - Badan Antariksa AS (NASA) menunda peluncuran pesawat ulang-alik Discovery sampai setidaknya Sabtu besok. Pada menit-menit terakhir menjelang peluncuran pukul 02.51 WIB Kamis kemarin (Rabu sore waktu setempat), tim teknisi menemukan masalah pada sensor bahan bakar pesawat. Akibatnya, Discovery gagal meluncur.

"Yaah, bagaimana lagi!" kata Wayne Hale, deputi manajer program ulang-alik. "Kami semua suda siap hari ini, kami sudah bekerja keras dan ternyata masih ada masalah. Kami berdebat selama lima menit untuk memutuskan bahwa peluncuran memang harus ditunda."

Hale mengatakan, alternatif hari peluncuran terbaik lainnya adalah Sabtu besok. Administrator NASA Michael Griffin sebelumnya mengatakan, peluncuran paling cepat akan akan dilaksanakan Senin. Namun, pernyataan itu kemudian dikoreksi.

Discovery sudah dalam keadaan tangki penuh dan siap meluncur. Para astronot sudah duduk di kursi masing-masing untuk lepas landas pada pukul 15.51 waktu setempat. Tidak dinyana, ditemukan problem pada sensor bahan bakar hidrogen cair pada pukul 13.32 waktu Florida (pukul 00.32 WIB). Belum diketahui penyebab gangguan itu.

Meskipun penundaan karena gangguan teknis atau cuaca buruk sudah menjadi hal biasa dalam prosedur peluncuran, keputusan penundaan itu tetap saja menimbulkan sebersit kekecewaan. Pesawat yang dirakit selama dua puluh tahun itu memiliki 2,5 juta komponen mesin yang rumit. Tidak heran kalau problem-problem bisa muncul pada menit-menit terakhir.

Rencana peluncuran Discovery mendapat perhatian besar karena inilah misi pertama sejak bencana pesawat Columbia pada 1 Februari 2003.

Sensor yang tidak berfungsi itu adalah salah satu dari empat sensor yang mendeteksi level bahan bakar. Tiga mesin utama pesawat akan mati kalau dua sensor menunjukkan bahwa bahan bakar pada posisi kurang. Hal itu bisa merusak mesin dan pesawat harus melakukan pendaratan darurat.

NASA masih punya waktu sampai 31 Juli untuk meluncurkan Discovery. Jika sampai tanggal itu pesawat tetap tidak bisa diluncurkan, maka peluncuran ditunda sampai 9 September. Pada tanggal itu, Stasiun Antariksa Internasional (ISS) akan berada pada posisi yang tepat untuk bisa berdekatan dengan pesawat ulang-alik.Hingga semalam, teknisi NASA berpacu dengan waktu untuk menemukan penyebab kerusakan sensor itu.

Problem pada sensor level bahan bakar sudah pernah diketahui NASA saat uji coba tangki bahan bakar eksternal pada April lalu. Namun, belum diketahui apakah gangguan menjelang peluncuran itu ada kaitannya. Gangguan itu adalah yang problem teknis yang ketiga kalinya sejak penghitungan mundur dimulai Minggu lalu.

Pada Rabu kemarin, sebuah komponen pemanas tidak berfungsi sehingga proses pengisian bahan bakar hidrogen tertunda selama satu jam lebih. Pada Selasa lalu, sebuah jendela pesawat jatuh dan merusakkan dua lempeng tahan panas di dekat ekor pesawat. Kerusakan yang terjadi ini mirip dengan yang dialami Columbia sebelum meledak.

Misi utama Discovery adalah menguji prosedur keamanan baru yang diberlakukan setelah misi Columbia. Discovery menurut rencana juga akan mensuplai kebutuhan dan peralatan untuk Stasiun Antariksa Internasional.

Dilanjutkannya kembali penerbangan misi ulang-alik ini juga akan menandai tahap pertama misi baru NASA untuk kembali ke bulan. NASA juga berencana menuju Mars dan planet-planet lain. Misi impian itu akan terlaksana ketika NASA sudah mengganti pesawat ulang-alik ini dengan pesawat antariksa generasi baru.(rtr-gn-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA