| Jumat, 15 Juli 2005 | EKONOMI |
Perhutani Restrukturisasi OrganisasiSEMARANG-Penjualan kayu jati masih menjadi penyumbang terbesar dalam perolehan laba Perum Perhutani. Kontribusi dari bisnis inti tersebut mencapai 74% dari total penjualan kayu, selebihnya berasal dari kayu rimba dan produk nonkayu. Namun, produktivitas lahan kayu jati mengalami masalah di masa mendatang akibat penjarahan dan kerusakan tebangan sehingga cadangan yang ada (standing stock) mengalami penurunan. ''Rehabilitasi lahan kayu jati yang rusak memerlukan waktu yang lama,'' ujar Transtoto Handadhari Direktur Utama Perusahaan Umum Kehutanan Negara (Perum Perhutani) di Gedung Rimba Graha, Selasa (12/7). Mengenai kinerja, Dirut yang baru dilantik ini, mengakui banyak masalah yang perlu dibereskan dalam tubuh Perhutani. Dia menyebutkan empat strategi generik antara lain penyelamatan, stabilisasi tahun berikutnya, pemulihan pertumbuhan dan strategi pemeliharaan pertumbuhan. Fungsi Hutan Transtoto yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Pusat Informasi Kehutanan Dephut, juga bertekad akan mengembalikan fungsi hutan di Pulau Jawa selain mempunyai fungsi ekonomi juga mempunyai fungsi ekologis. Untuk itu pihaknya akan merehabilitasi kawasan hutan di Pulau Jawa dan menjadikan upaya ini sebagai prioritas utama karena banyak kawasan hutan Perhutani yang kini kondisinya rusak. ''Sejalan dengan upaya tersebut akan dilakukan revitalisasi Perhutani baik kelembagaan maupun usaha, sehingga bersama-sama dengan karyawan, dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan perusahaan, karyawan dan masyarakat,'' imbuhnya. Di samping itu, secara internal pihaknya akan membenahi dan melakukan perbaikan sumber daya manusia untuk meningkatkan kinerja perusahaan yang sekaligus untuk memacu pola karier di Perhutani. Diharapkan efektif dalam waktu lima tahun mendatang, posisi direksi dan jabatan-jabatan penting lainnya di Perhutani seluruhnya telah terisi oleh kader-kader profesional yang relatif muda dari internal Perhutani. ''Untuk itu jajaran direksi yang baru akan mengadakan konsolidasi internal,'' tandasnya. (mhr-59) |