| Jumat, 15 Juli 2005 | EKONOMI |
Pasar Periklanan Lokal Meningkat 20-25 PersenSEMARANG- Pertumbuhan pasar periklanan lokal di Jateng meningkat 20% hingga 25% sepanjang semester pertama tahun 2005 ini. Hal ini berkaitan dengan adanya pelaksanaan otonomi daerah dan pilkada, di samping keberadaan klien perindustrian sektor rokok, makanan, minuman dan consumer goods tingkat lokal yang baru bermunculan saat ini. Menurut Bambang Pulunggono, Ketua Daerah Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) peluang usaha periklanan kini semakin terbuka lebar. Pengelola biro iklan kini mulai membidik lembaga-lembaga pemerintah untuk mengiklankan pelayanan publik. Namun peluang ini belum dimanfaatkan dengan baik oleh biro iklan. Padahal, instansi pemerintah pun memerlukan sosialisasi program kepada publik, semisal masalah kelangkaan BBM, distribusi air bersih, penerangan listrik atau ajakan hemat energi. ''Beberapa iklan yang sudah terlihat yakni adanya promosi daerah berkaitan pelaksanaan otonomi daerah dan kampanye para calon dalam pilkada. Oleh karena itu, biro iklan harus mampu menggali peluang tersebut,'' katanya saat bersama pengurus PPPI Jateng mengadakan kunjungan ke kantor Suara Merdeka Jl Raya Kaligawe. Kunjungan tersebut diterima Pemimpin Redaksi Suara Merdeka Sasongko Tedjo beserta jajaran staf redaksi. Tujuan dari kunjungan itu diharapkan agar lebih mampu mengembangkan jalinan kerja sama yang kuat antara biro iklan dan media. PPPI Jateng kini juga tengah berupaya meningkatkan kinerja insan periklanan, khususnya biro iklan anggota. Antara lain mengikuti pelaksanaan laga adu kreativitas penggarapan iklan, Pinasthika Ad Fest yang akan digelar 27-31 Juli mendatang di Yogyakarta. (mhr-59 ) |