logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 15 Juli 2005 EKONOMI
Line

Sistem Keuangan Tak Bisa Dipandang Terpisah

JAKARTA- Sistem keuangan yang meliputi perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, multifinance dan infrastruktur tidak bisa dipandang secara terpisah. Elemen tersebut saling berinteraksi dalam memobilisasi dana untuk investasi dan jasa keuangan termasuk sistem pembayaran.

Demikian dikatakan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S Goeltom seusai membuka membuka secara resmi "Workshop on Indonesia Financial System Architecture The Future Challenges and Responses" di Jakarta, kemarin.

Workshop ini menghadirkan para pembicara dari berbagai negara, antaralain Stephen Grenville (Former of Deputy Governor Reserve Bank ofAustralia), Abdul Rasheed Ghaffur (Bank Negara Malaysia), Mukul G Asher (National University of Singapore), Maximilian JB Hall

(LoughborougUniversity, England), Leslie Elliot Armijo (Reed College, USA), PieterL. de Ridder (Loyens & Loeff, Singapore), Michael Hamp (GTZ, Germany)

Menurut dia, workshop ini bertujuan untuk mendapatkan suatu masukan dan memperkaya kajian dalam membangun sistem keuangan di Indonesia yang kokoh dan stabil.

Dijelaskan, bahwa munculnya fenomena globalisasi keuangan dimana liberalisasi pasar modal dan pergerakan modal secara bebas, kemajuan teknologi serta maraknya inovasi baik jasa maupun produk-produk keuangan, telah berkontribusi dalam menciptakan tingkatan globalisasi keuangan yang lebih sulit diprediksi.

Selain dapat memberikan keuntungan-keuntungan yang besar dengan risiko-risiko yang baru. ''Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, kita perlu berusaha untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan dan peluang di masa depan dengan membuat cetak biru arsitektur sistem keuangan Indonesia,'' paparnya. (bn-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA