SUARA MERDEKA
 
INDEKS INTERNASIONAL Kamis, 14 Juli 2005

LONDON - Sehari setelah operasi perburuan besar-besaran, polisi Inggris Rabu kemarin mulai memfokuskan perburuan terhadap tersangka otak pelaku peledakan bom London. Mengenai para pelakunya, polisi telah mengidentifikasi bahwa empat pengebom ikut tewas saat ledakan terjadi.

 

LEEDS - Sungguh tidak terduga bagi warga Inggris. Empat pelaku ledakan bom yang berhasil diidentifikasi polisi ter-nyata para pemuda warga negara Inggris yang bersih dan berkelakuan baik. Seorang pelaku adalah penggemar olahraga kriket dan suka membantu ayahnya berjualan di toko fish and chip.

 

SIEM REAP - Negara-negara anggota ASEAN bertekad untuk mengupayakan energi alternatif guna meredam dampak pelonjakan harga minyak dunia pada masa datang. Blok Asia Tenggara itu juga akan mengambil langkah-langkah politik untuk mengatasi krisis pasokan minyak akhir-akhir ini.

CAPE CANAVERAL - Jendela-jendela pesawat antariksa ulang-alik Discovery lepas dan jatuh menjelang peluncuran, Rabu kemarin. Para teknisi Badan Antariksa AS (NASA) berhasil memperbaiki kembali jendela-jendela itu dan melanjutkan penghitungan mundur untuk peluncuran pesawat.

MANILA - Kubu oposisi Filipina berhasil meningkatkan dukungan. Mereka menggelar aksi protes yang melibatkan sekitar 30.000 orang di pusat bisnis Makati, Manila, Rabu kemarin. Aksi massa itu merupakan demonstrasi terbesar yang menyerukan Presiden Gloria Macapagal Arroyo mundur.

 

DALIAN - Para menteri dari berbagai negara berjuang untuk memanfaatkan momentum pembentukan kesepakatan perdagangan dunia yang lebih adil, Rabu kemarin. Mereka antara lain membahas apakah subsidi pertanian akan dikurangi atau tidak.

CHAPPAQUA - Mantan presiden AS Bill Clinton berniat menggelar forum bagi sektor swasta. Forum ini diyakini penting untuk ikut menyelesaikan problem kemiskinan dan terorisme yang dihadapi dunia saat ini. Selaku tuan rumah per-temuan para pemimpin sektor pemerintah dan swasta di New York tahun ini, Clinton mengatakan ada banyak persoalan yang tidak bisa ditangani sendirian oleh pemerintah.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA