SUARA MERDEKA
 
INDEKS EKONOMI Kamis, 14 Juli 2005

 

JAKARTA-Selama semester I tahun 2005, realisasi investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) sudah mencapai Rp 39,7 triliun. Ini berarti meningkat 43,07 persen dibanding periode yang sama tahun 2004.

SEMARANG-Kendati kelangkaan BBM diprediksi punya andil besar, Bank Indonesia (BI) belum berencana merevisi target inflasi triwulan III (Juli-September). Perubahan indeks harga konsumen (IHK) itu diproyeksi 1%, sedikit lebih tinggi dari periode sebelumnya, 0,90%.

SEMARANG-Dua bank asing diperkirakan akan mulai menggarap sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Jawa Tengah dalam waktu dekat. Izin pendirian kantor itu, kini sedang diproses Bank Indonesia.

SEMARANG-Sektor pertanian agaknya makin mendapatkan perhatian. Bank Indonesia meminta perbankan mulai menyalurkan kredit ke kalangan petani dan UKM agro. Cara itu dilakukan untuk memberi peluang usaha yang sama terhadap bidang bisnis lain.

JAKARTA-Gubernur Bank Indonesia (BI) Burhanuddin Abdullah merasa optimistis rupiah akan bisa mencapai level Rp 9.300 per dolar AS hingga akhir tahun 2005. Untuk itu, BI terus berupaya mengembalikan nilai tukar rupiah melalui sejumlah kebijakan dan intervensi.

 

SEMARANG-PT Taspen (Persero) Cabang Utama Semarang siap membayarkan uang pensiun atau tunjangan ke-13 mulai 15 Juli 2005 hingga 20 Agustus 2005. Pengambilan pensiun dibayarkan melalui kantor bayar masing-masing.

PEKALONGAN .- Sembilan perusahaan properti se-Ko ta/Kabupaten Pekalongan, Batang, dan Semarang kini mengikuti Expo REI 2 tahun 2005 di Mega Centre Sri Ratu Pekalongan. Selain itu PT Telkom (memamerkan Telkom Flexi), Bank Tabungan Negara (BTN), dan Bank Syariah Mandiri juga ikut memamerkan sejumlah produk unggulannya.

JAKARTA-Sebagian besar perusahaan air minum daerah (PDAM) kini dalam posisi stagnan, tidak bisa mengembangkan bisnis dan meningkatkan pelayanan, karena terjerat utang luar negeri Rp 4,3 triliun.

TEMA utama peringatan hari Koperasi ke-58, pada 12 Juli 2005, yakni "Revitalisasi Koperasi sebagai Solusi Masalah Pengangguran dan Kemiskinan". Pengangguran dan kemiskinan memang menjadi masalah yang harus diatasi, di antaranya oleh Koperasi.

 

JEPARA-Ada dua penyebab utama keterpurukan budidaya udang di Indonesia dalam sepuluh tahun terakhir. Pertama, terjadinya degradasi (penurunan) kualitas lingkungan, dan kedua kekurangan benur (bibit udang) yang bermutu.

KOMPOR briket batubara mungkin bisa menjadi alternatif mengatasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM). Kendati bukan barang baru, penggunaan pemanas itu makin meningkat beberapa bulan terakhir. Di Semarang, baru segelintir produsen yang mulai menggandakan.

 

TEMANGGUNG-Empat perguruan tinggi negeri dan swasta berpartisipasi pada SAE II 2005. Yaitu Universitas Sebelas Maret Solo, yang memamerkan hasil penelitian dan pengabdian mahasiswanya. Kemudian Universitas Wahid Hasyim dan Universitas Semarang.

YOGYAKARTA-Meski sudah berkembang lama di Amerika Serikat, financial planner masih merupakan profesi baru di Indonesia. Dipicu adanya krisis moneter sejak beberapa tahun lalu, menjadikan sejumlah perusahaan membutuhkan perencanaan keuangan yang bersifat menyeluruh sebagai acuan masa depannya.

SOROPADAN Agro Expo ternyata bisa dijadikan sarana wisata bagi anak-anak untuk mengisi liburan sekolah. Banyak kaum ibu datang ke areal pameran hasil pertanian dengan mengajak putra-putrinya. Mereka selain bisa bermain bebas di kawasan yang cukup luas itu, juga bisa mengenal lebih dekat aneka jenis tanaman berikut produk yang dihasilkan.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA