logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 PANTURA
Line

Wereng Cokelat Serang Ribuan Hektare Padi

PEMALANG - Hama wereng cokelat kini melanda ribuan hektare tanaman padi di Kabupaten Pemalang. Serangan hama yang dapat mengancam terjadinya gagal panen itu ditangani sendiri oleh petani dengan menyemprotkan obat pembasmi hama.

Serangan hama terjadi di empat kecamatan dari 14 kecamatan yang ada. Sejauh ini belum terlihat adanya penanganan secara terpadu dari Pemkab.

Petani di sawah Blok Sempu Anim Kelurahan Mulyoharjo, Cahyo mengatakan, sawahnya seluas satu bahu sudah terserang hama wereng cokelat sejak 10 hari lalu.

Dia mengatasinya dengan menyemprotkan obat pembasmi hama konvidor dan baycap yang dioplos.

''Jika serangan masih ringan dengan disemprot obat tersebut hama bisa mati. Tetapi jika sudah parah tanaman akan rusak dan tidak bisa panen,'' katanya kemarin.

Selain di blok Sempu Anim sawah di areal tetangganya yaitu blok Randu Alas Kelurahan Kebondalem juga ikut terserang hama tersebut.

Hama berupa serangga itu menyerang mulai dari pangkal batang. Sehingga untuk melihatnya, petani harus menyibakkan padi agar kelihatan batangnya.

Menurut para petani serangan hama wereng cokelat saat ini masih bisa diatasi. Sebab setelah disemprot hama akan mati. Tetapi mereka mengkhawatirkan serangan meluas.

Sebab cuaca tidak menentu. Kadang hujan dan kadang panas. Biasanya dalam musim seperti itu hama wereng cokelat akan mudah meluas.

Pantauan

Kepala Dinas Pertanian Ir Muridho didampingi Kasubdin Tanaman Pangan Ir Priyo Dwi Nirwanto menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pantauan ke beberapa areal sawah yang terserang hama tersebut.

Selain itu Balai Pengamat Hama Petarukan juga sudah mencatat serangan yang terjadi.

Disebutkan, sawah yang terserang maupun terancam total seluas 6.074 hektare.

Dengan rincian jumlah sawah yang terserang seluas 1.482 hektare dan terancam 4.592 hektare.

Meliputi Kecamatan Petarukan, Taman, Ampelgading dan Comal.

Dari empat kecamatan itu serangan terluas terjadi di Kecamatan Petarukan.

Namun serangan yang terjadi belum parah. Karena masih bisa diatasi dengan penyemprotan oleh petani. Sehingga tidak mengancam hasil panen.

Munculnya hama itu diperkirakan karena petani menanam padi jenis ketan.

Padi jenis ini memang rentan terhadap hama wereng. Karena letak lahan berdekatan hama tersebut mudah menyebar luas ke tanaman lainnya.(sf-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA