logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 WACANA
Line

tajuk rencana

Kapolri, antara Komitmen dan Konsistensi

- Komitmen Kapolda Irjen Pol Chaerul Rasjid untuk memerangi segala bentuk perjudian di Jawa Tengah sejak dia bertugas pada pertengahan 2004, seperti gayung bersambut dengan tekad Kapolri Jenderal Pol Sutanto. Gebrakan pertama setelah dilantik, Kapolri memberi waktu seminggu kepada para Kapolda di seluruh Indonesia untuk memerangi perjudian dalam bentuk apa pun. Selain itu juga menggarisbawahi tekad pemberantasan korupsi, terorisme, illegal logging, illegal mining, dan illegal fishing. Di provinsi ini, kapolda yang sukses memberangus judi toto gelap (togel), kini membidik target sasaran berikut, yakni judi kelas atas yang dimainkan kalangan masyarakat berduit dengan nilai taruhan mencapai ratusan juta, bahkan miliaran rupiah.

- Para kapolda merespons perintah kapolri dengan berbagai bentuk komitmen. Di Jateng, perintah seperti itu terasa bukan sebagai hal yang baru setelah Kapolda Chaerul Rasjid membuktikan mampu melakukan gebrakan yang semula ditanggapi dengan skeptik. Kalau selama ini muncul keraguan di masyarakat bahwa togel seolah-olah tidak mungkin dihentikan atau disentuh, tindakan kapolda memberi pencerahan kuat. Begitu perintahnya menggema, secara cepat togel dapat dilumpuhkan. Keberatan dari sisi kepentingan para pengedar yang mengatasnamakan wong cilik memang muncul, tetapi dukungan berbagai elemen publik bergema lebih kuat, baik dari kalangan agamawan, mahasiswa, dan pemuka masyarakat.

- Dengan menyentuh perjudian di atas kelas togel, dapatlah diartikan kapolda mengembangkan upaya pembersihan wilayahnya. Para kapolwil/ kapolres diberi waktu seminggu dengan ancaman pencopotan dari jabatan jika membiarkan aktivitas yang dijadikan target itu tetap berlangsung. Dalam suasana pergantian pucuk pimpinan Polri, sebuah gebrakan tentu diperlukan. Dan, terhadap Jenderal Sutanto yang dikenal mempunyai komitmen sangat kuat dalam pemberantasan berbagai jenis penyakit masyarakat, skeptisme itu layak ditepis. Kita patut memberi kepercayaan, serta dorongan untuk menyukseskan langkah-langkah kerasnya. Agar mengarah ke pembudayaan memang dibutuhkan gebrakan yang bersifat terapi.

- Selalu dibutuhkan kehadiran orang-orang berkepribadian kuat untuk menjaga gebrakannya di tengah situasi yang sudah mengakar, dan berjejaring luas. Pada masa-masa Chaerul Rasjid menggemakan tekadnya, tidak sedikit yang mempersoalkan: kalau togel bisa dibersihkan, bagaimana dengan jaringan perjudian kelas atas yang biasa beroperasi di luar permukaan? Bagaimana pula dengan jaringan perjudian yang dikuasai orang-orang kuat, terkait banyak kepentingan, dan konon memiliki akses ke pusat-pusat kekuasaan? Bagaimana pula dengan gagasan untuk melokalisasi judi di suatu tempat terpencil, untuk akses kalangan tertentu saja? Materi-materi bahasan itu tentu sudah ada di "kantung langkah" Jenderal Sutanto dan pemerintah.

- Kita lebih melihat persoalan ini dari sisi pentingnya kehadiran para tokoh untuk menjadi pendobrak dan melakukan terapi penyembuhan. Kalau image ketidakmungkinan pemberantasan togel dapat dilewati Chaerul Rasjid, kuncinya sangat jelas, yaitu komitmen yang diaktualisasikan ke dalam sikap berbasis kepemimpinan yang kuat. Pemaknaan leadership tidak lepas dari apresiasi seseorang tentang jabatan. Kalau disikapi dan dilaksanakan sebagai amanah, hasilnya tentu dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Dan, di tengah masyarakat yang sedang "sakit" tentu dibutuhkan keberanian, antara lain berupa penampilan kepemimpinan tanpa beban. Pada orang-orang kuatlah performa demikian bisa didapatkan.

- Komitmen kapolri, juga kapolda harus ditempatkan sebagai basis dari langkah-langkah besar memerangi beragam penyakit sosial. Dibutuhkan stamina prima, dukungan politik pemerintah dan masyarakat, serta kesinambungan persepsi antara satu pejabat ke pejabat berikutnya. Benarlah apa yang berulang kali disampaikan oleh Guru Besar Sosiologi Hukum Undip Prof Dr Satjipto Rahardjo SH, kebekuan kondisi penegakan hukum untuk kasus-kasus luar biasa membutuhkan kehadiran para penegak hukum yang juga berkarakter extra ordinary. Terobosan yang telah dibuat Chaerul Rasjid, dan secara nasional kini digemakan oleh Jenderal Sutanto kita harapkan menjadi bagian dari upaya ekstra untuk meraih hasil ekstra pada masa-masa mendatang.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA