| Kamis, 14 Juli 2005 | NASIONAL |
Komisi D Minta RAB Kawasan Bisnis BandaraSEMARANG - Anggota Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD Jateng meminta Rencana Anggaran Belanja (RAB) pembangunan kawasan bisnis Bandara Ahmad Yani kepada Dinas Perhubungan dan Telekomunikasi (Dishubtel) Jateng. Permintaan itu disampaikan dalam pembahasan perubahan APBD 2005 di Gedung Berlian, Rabu (13/7). Anggota Komisi D, Reza Kurniawan mengemukakan, pihaknya membutuhkan RAB itu agar mengetahui secara detail kebutuhan anggaran pembangunan kawasan bisnis tersebut. Sebelumnya, Komisi D sudah pernah meminta tapi selalu tidak dipenuhi. Rencananya, pembangunan kawasan bisnis akan dilakukan bersamaan dengan pendirian lahan parkir pesawat dan terminal penumpang. Menanggapi permintaan itu, Kepala Dishubtel Abdur Rohim, menolak bila langsung menyerahkan. Selain belum waktunya, dikhawatirkan apabila RAB itu nantinya sampai ke tangan publik akan disalahgunakan. Dia mengakui, beberapa lembaga swadaya masyarakat pernah ada yang meminta RAB, tapi Dishubtel tidak memberikan. Menurut dia, setelah Bandara Ahmad Yani berstatus internasional, bandara tersebut akan dikembangkan pula kawasan bisnis. Fasilitas itu diperkirakan menelan investasi sampai Rp 130 miliar. ''Pengembangan area komersial tersebut ditujukan bagi penumpang dan kalangan umum,'' kata dia. Dalam pembahasan anggaran kemarin, Dishubtel mengajukan anggaran untuk pengembangan lahan parkir dan terminal penumpang bandara. Anggota Komisi D, Mulyo Wirasmo, mempertanyakan adanya usulan anggaran sekitar Rp 11 miliar untuk kepentingan itu. Penyediaan Lahan Menurut Mulyo, sesuai jawaban Gubernur Jateng atas pandangan umum fraksi, tanggung jawab Pemprov hanya sebatas penyediaan lahan. ''Namun kenapa dalam RASK (Rancangan Anggaran Satuan Kerja) sebagian anggaran untuk pembangunan konstruksi kawasan bisnis,'' kata dia. Hal senada disampaikan oleh anggota Komisi D, Drs Rukma Setyabudi, Gubernur telah berkomitmen untuk penyediaan tanah. Akan tetapi dalam RASK yang diajukan ke Dewan, sekitar Rp 6 miliar akan dipakai untuk pembangunan konstruksi. Abdur Rohim menjelaskan, adanya anggaran untuk konstruksi tersebut Pemprov hanya ingin mengangsur. Target pembangunan kawasan bisnis itu diharapkan dapat selesai saat dua fasilitas bandara, terminal penumpang dan lahan parkir pesawat dioperasikan. Berdasarkan rencana, terminal penumpang akan dibangun di sisi utara berdekatan dengan Puri Anjasmoro. Terminal itu akan terbagi menjadi terminal domestik dan internasional. Lahan yang dikembangkan pun terhitung luas. ''Kawasan bisnis itu meliputi pusat pamer hasil kerajinan, pusat produksi UKM, pusat batik, dan pusat makanan khas,'' tutur dia. Dia menambahkan, Bandara Ahmad Yani sudah saatnya tidak digunakan sekadar tempat naik dan turun penumpang pesawat. Melainkan juga dimanfaatkan untuk aktivitas lain, termasuk promosi pariwisata. Apalagi, lokasinya nanti berdekatan dengan PRPP dan Puri Maerokoco. ''Kondisi terminal penumpang itu nantinya hampir sama dengan di Ujung Pandang yang sekarang sedang dibangun, bahkan di Bandara Ahmad Yani nanti lebih unggul.'' (G17-29v) |