logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 NASIONAL
Line

Anggaran Dinas Perlu Dipangkas 10-15%

  • Tindak Lanjuti Inpres Hemat Energi

SEMARANG - Upaya mendukung kampanye hemat energi di lingkungan Pemprov dan DPRD Jateng dalam rangka menindaklanjuti Inpres No 10/2005 diharapkan tak sekadar imbauan. Namun harus ditindaklanjuti dengan langkah nyata, terutama terkait dengan pengalokasian anggaran di APBD.

Anggota Komisi A dari Partai Golkar Drs H Noor Achmad MA mengusulkan pemangkasan anggaran perjalanan dinas 10%-15%. Hal serupa juga perlu dilakukan pada anggaran lain, misalnya untuk listrik dengan persentase yang sama.

''Pemangkasan itu berlaku baik yang ada di semua instansi jajaran Pemprov maupun DPRD Jateng. Saya kira pemangkasan sampai 15% sudah menjadi hal yang wajar dalam kondisi seperti ini,'' kata dia dalam rapat pembahasan perubahan APBD 2005 di ruang Komisi A yang kebetulan menghadirkan Biro Hukum Setda, Rabu (13/7) kemarin.

Dalam rapat yang dipimpin Ketua Komisi A H Subyakto SH MH tersebut Noor Achmad juga berharap hal itu dilakukan oleh seluruh kabupaten/kota se-Jateng. ''Saya memang belum bisa menghitung berapa rupiah penghematannya. Namun saya kira sangat besar efisiensinya kalau pemangkasan itu benar-benar dilakukan,'' ujarnya.

Menurutnya, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan penghematan dengan langsung menyesuaikan pada anggaran. Sebab, sekarang sedang dilakukan pembahasan perubahan APBD 2005.

Sementara itu berdasarkan pengamatan di lingkungan DPRD Jateng, pintu kaca yang bisa membuka dan menutup secara otomatis, yakni di bagian depan lobi Gedung Berlian, sudah tak diaktifkan lagi sejak presiden menyerukan penghematan. Pintu itu dibiarkan tetap terbuka saat jam kerja.

Namun dua lift yang ada di kantor DPRD Jateng tetap difungsikan dari lantai I sampai lantai V. Tak ada penghematan misalnya lift hanya berhenti di lantai II sehingga yang dari lantai I akan naik ke lantai II agar tidak terlalu dimanjakan dengan fasilitas lift, tetapi cukup dengan tangga biasa. Begitu juga orang dari lantai II yang akan turun ke lantai I, semestinya juga cukup menggunakan tangga apabila lift diprogram hanya berhenti di lantai II.

Sementara itu di ruang komisi belum terlihat ada penghematan pada pemakaian lampu penerangan. Sebanyak 18 kotak lampu yang masing-masing berisi tiga lampu neon sepanjang sekitar 60 cm di ruang tersebut semuanya dinyalakan. Dengan demikian, hanya untuk menerangi ruang komisi dibutuhkan 54 neon panjang.

Namun soal suhu ruangan sudah ada perubahan dibandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Untuk penghematan, AC tidak dinyalakan dalam derajat yang rendah. (G7-34n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA