logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 NASIONAL
Line

Dibesuk SBY, Gus Dur Bercanda


BESUK GUS DUR: Presiden Susilo Bambang Yodhoyono dan Ibu Ani membesuk mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang dirawat di Paviliun Kartika RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (13/7). (57n) - SM/Antara

JAKARTA - Meski sedang sakit, Gus Dur tetap saja bercanda. Kebiasaan itu juga muncul ketika dijenguk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). "Saya tadi berbincang-bincang dengan beliau dan beliau mengeluarkan humor seperti biasanya," kata SBY seusai menjenguk presiden pendahulunya itu di Paviliun Kartika RSPAD, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (13/7).

SBY tiba di rumah sakit itu pukul 08.50 dengan menumpang Mercy hitam B-2870-BS. SBY dikawal lima mobil. Dia menjenguk sekitar 30 menit. Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono dan Jubir Kepresidenan Andi Mallarangeng.

Menurut SBY, kesehatan Gus Dur sudah jauh lebih baik. "Dan, tentu saja kita berdoa agar mantan presiden kita cepat sembuh dan kembali beraktivitas untuk ikut peduli pada bangsanya, memberikan kritik-kritik yang baik pada pemerintah, kepada saya, agar apa yang kami lakukan lebih baik ke depan nanti," kata SBY.

Presiden juga menegaskan sudah menjadi prosedur tetap bagi Tim Dokter Kepresidenan untuk memberikan perawatan kesehatan kepada seluruh mantan presiden dan mantan wakil presiden. Perawatan dari Tim Dokter Kepresidenan, kata Yudhoyono, juga diberikan kepada tokoh nasional seperti almarhum Roeslan Abdulgani yang menderita infeksi paru dan stroke.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan Mardjo Soebiandono mengatakan, kebiasaan bercanda membantu pemulihan kesehatan Gus Dur. Ketika dijenguk Presiden SBY, Gus Dur tertawa terus. Hasilnya, tensi darah mantan Presiden RI ini turun. "Beliau ngelawak terus dari mulai awal Presiden SBY masuk. Begitu ketawa tensinya turun," kata Mardjo.

Menurut Mardjo, saat ini kondisi Gus Dur sudah membaik. Tensi darah Gus Dur saat ini di bawah 180 dan gula darahnya di bawah 200 mg/200 ml.

"Ini sudah agak normal," ujar Mardjo.

Sebenarnya Gus Dur sudah bisa dipindah ke ruang rawat, namun dia menolak. "Beliau merasa lebih tenang di ICU dibanding di ruangan (rawat)."

Sebagaimana diketahui, sejak Jumat malam (8/7), Gus Dur dirawat di lantai empat ruang ICU Paviliun Kartika rumah sakit tersebut karena kondisi kesehatannya memburuk akibat peningkatan kadar gula darah di tubuhnya serta serangan stroke ringan. Saat menerima presiden, Gus Dur didampingi keluarga dan kerabat, antara lain Yenny dan Machfud MD. (dtc,ant-46v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA