| Kamis, 14 Juli 2005 | NASIONAL |
Benson Jadi Pahlawan
SEMARANG-Esaiah Pello Benson menjadi pahlawan kemenangan PSIS pada pertandingan lawan PSDS Deli Serdang di Stadion Jatidiri, Rabu kemarin. Pemain asal Liberia itu mencetak satu-satunya gol ke gawang tim berjuluk Traktor Kuning itu pada menit ke-5. Kemenangan tipis 1-0 ini menggambarkan permainan Indriyanto Nugroho cs yang kurang greget. Kesalahan-kesalahan banyak terlihat. Bukan hanya salah pengertian antarpemain, tapi juga salah umpan. Permainan anak-anak asuhan Bambang Nurdiansyah itu kurang tertata dan terencana secara apik. Permainan cepat, kompak, kreatif, dan ngotot yang terlihat di putaran pertama lalu seolah-olah belum kembali hinggap di jiwa para pemain ketika kompetisi memasuki putaran kedua. "Saya akui, performa anak-anak sedang turun. Tapi, hasil tiga poin ini tetap harus disyukuri," ujar Bambang seusai pertandingan kemarin. Gol yang diciptakan Benson merupakan buah keberhasilannya memanfaatkan tendangan bebas Harri Salisburi, yang diturunkan full time. Tendangan bebas Harri yang tidak terlalu keras dari sektor kiri pertahanan lawan, tidak mampu dikuasai kiper Firman Nurdin secara sempurna. Bola pun muntah. Kesempatan itu tidak disia-siakan Benson yang ada di depan gawang. Sekali tanduk, bola menatap tiang kiri gawang, lalu masuk menggetarkan jala lawan. Sayang, setelah gol cepat itu permainan pasukan Mahesa Jenar kurang berkembang. Kerja sama dan koordinasi mereka kurang solid. Sebaliknya, lawan tampil cantik. Ansyari Lubis dan kawan-kawan relatif tenang menghadapi gempuran demi gempuran. Permainan cepat dengan satu dua sentuhan yang mereka peragakan kadang menyulitkan lini belakang anak-anak Semarang. Meski demikian, mereka gagal menembus sampai jantung pertahanan, mengingat, para pemain belakang PSIS tidak mau kompromi terhadap lawan yang berusaha masuk kotak penalti. Mental Bertanding Harus diakui, pertandingan di babak pertama itu kurang menarik. Apalagi wasit yang memimpin pertandingan, Daryanto, terlalu murah dalam meniup peluit. Tak heran, di babak pertama itu terjadi 26 kali pelanggaran yang dilakukan kedua kesebelasan. Jika dirata-rata, berarti wasit meniup peluit hampir setiap dua menit sekali. Wajar jika pertandingan di babak pertama tidak enak dinikmati. "Wasit mudah meniup peluit tanda pelanggaran. Secara tidak langsung, itu memengaruhi mental bertanding pemain kami," tutur pelatih PSDS Nobon Kayamudin. Di babak kedua, permainan PSIS sedikit hidup dengan masuknya Anthony Jomah Ballah yang menggantikan Samsul Bahri pada menit ke-73. Samsul sendiri masuk pada menit ke-26 menggantikan Modestus Setiawan. Kehadiran Ballah membuat lini tengah menjadi lebih solid dan kreatif. Permainan cepat dengan umpan-umpan pendek yang selama ini jadi ciri PSIS sedikit terlihat. Para pemain pun kembali bergairah memainkan si kulit bundar. Serangan-serangan tidak hanya dilakukan lewat sektor tengah, tapi juga kedua sayap. Kekurangtenangan pemain di depan gawang saja yang membuat beberapa peluang emas melayang sia-sia. Tercatat empat peluang emas dimiliki di babak kedua. Pada menit ke 47, tendangan sudut Harri Salisburi dari sisi kiri pertahanan PSD, hanya membentur mistar gawang. Belum lagi peluang emas yang dimiliki Khusnul Yaqien di mulut gawang pada menit ke 51. Sayang, tendangan Khusnul malah melambung tinggi. Selain itu, dua tendangan keras Benson masih melenceng tipis dari tiang gawang. Tim tamu yang mengandalkan serangan balik cepat juga sering merepotkan. Umpan-umpan Ansyari Lubis yang matang, akurat dan terukur, benar-benar menjadi momok bagi pemain belakang. Meski termasuk pemain veteran, namun dia mampu menjadi jenderal di lapangan tengah bagi timnya. Tak heran, lima menit menjelang pertandingan usai, jantung penonton dibuat berdebar-debar dengan serangan yang dilakukan anak-anak Deli Serdang ke pertahanan PSIS. Beruntung, serangan tersebut tidak mampu membuahkan gol. Sampai wasit Daryanto meniup peluit panjang, kedudukan tetap 1-0. "Hasil ini harus kami syukuri. Kami sudah main maksimal dan mengeluarkan seluruh kemampuan. Meski banyak peluang, kami hanya bisa mencetak satu gol. Mungkin kami belum beruntung saja," tandas Indriyanto di kamar ganti. PSIS: I Komang Putra, Fofee Kamara/Eko Prasetyo, Maman Abdurahman, Idrus Gunawan, Harri Salisburi, M Ridwan, Modestus Setiawan/Samsul Bahri/Anthony J Ballah, Esaiah Pello Benson, Abdoulaye Djibril, Indriyanto Nugroho, Khusnul Yaqien PSDS: Firman Nurdin, Geri Baldi N, Kila Ma Jeans, Novi Hendiawan, Hermansyah, Aristanto, Rifki Firdaus/Alber Watori, Ricardo, Ansyari Lubis, Onoere Obiora, Matheas/Yudi Ramanda.(H13, C16, aim-22) | ||||