logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 NASIONAL
Line

Tabrakan Kereta, 120 Tewas

GHOTKI - Tiga kereta api (KA) penumpang bertabrakan di Pakistan selatan, menewaskan sedikitnya 120 orang, dan melukai ratusan orang lainnya. Kecelakaan itu terjadi dinihari kemarin di Ghotki, Provinsi Sindh.

Keelakaan terjadi akibat KA Karachi Express jurusan Karachi menabrak KA Quetta Express yang sedang berhenti karena kerusakan mesin. Benturan hebat tak terhindarkan dan beberapa gerbong kereta itu terguling ke jalur lain. Beberapa saat kemudian, KA Tezgam Express di jalur itu menabrak gerbong-gerbong yang terguling tersebut. Kepala Jawatan Kereta Api Pakistan mengatakan tabrakan itu terjadi karena masinis salah membaca sinyal. Sedikitnya 13 gerbong tergelincir dari jalur yang semestinya.

Begitu kerasnya benturan kereta, banyak penumpang yang terlempar dari kursi. "Saya terbangun karena mendengar ledakan keras, kemudian terjadi goncangan hebat. Tiba-tiba suasana gelap. Asap tebal menyelimuti gerbong," kata Mohammad Amin, penumpang yang cedera, kepada Reuters

Tim penyelamat terpaksa memotong gerbong KA itu agar dapat menolong para korban. Sebagian penumpang yang selamat terjebak di dalam gerbong. "Suasananya sangat memilukan," kata Aga Mohammed Tahir, seorang polisi setempat.

Bukan Sabotase

"Banyak orang menangis. Para orang tua mencari anak mereka dan anggota keluarga yang lain," kata saksi mata lainnya kepada AFP.

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 04.00 dini hari waktu setempat, di perbatasan antara Provinsi Sindh dan Punjab, Pakistan selatan. Presiden Pervez Musharraf mengatakan insiden itu murni kecelakaan, bukan sabotase.

"Jelaslah, tidak ada unsur sabotase dalam insiden tersebut. Menurut saya, kecelakaan itu terjadi karena keteledoran," kata Musharraf.

Abdul Wahab Awan, direktur umum Jawatan Kereta Pakistan, mengatakan masinis Karachi Express telah keliru membaca sinyal.

"Kecelakaan itu terjadi karena masinis salah membaca sinyal sehingga KA tersebut menabrak Quetta Express yang memang sedang berhenti," kata dia kepada kantor berita AP.

Junaid Qureshi, pejabat senior lainnya di jawatan KA itu, membenarkan. "Masinis itu telah mengabaikan sinyal merah. Tampaknya, dia mengantuk," kata

Menurut pihak berwenang, KA Karachi Express yang bertolak dari Lahore menuju Karachi menabrak Quetta Express yang sedang berhenti di sebuah stasiun dekat Kota Ghotki, sekitar 600 kilometer sebelah timur laut Karachi.

Kereta ketiga (Tezgam Express) yang datang dari arah berlawanan kemudian menabrak KA yang keluar jalur tersebut. Pecahan-pecahan kaca berserakan di sekitar lokasi kejadian.

Kerahkan Helikopter

Polisi mengatakan, 114 jenazah telah dibawa ke rumah sakit. Namun beberapa mayat lainnya belum bisa dikeluarkan dari dalam gerbong. Sebanyak 19 gerbong terguling.

Juru bicara militer Pakistan mengatakan, pasukan dan helikopter dikerahkan untuk membantu proses evakuasi para korban. Sedikitnya 122 korban luka-luka telah dibawa ke rumah sakit.

Kecelakaan KA paling mematikan terjadi pada 1990 di Provinsi Sindh. Saat itu, sebuah kereta yang penuh penumpang menabrak KA pengangkut peti kemas. Sebanyak 307 orang tewas dalam insiden itu.

Para korban yang terluka sudah dibawa ke rumah sakit di tiga kota terdekat. Seorang dokter di Rumah Sakit Sukkur mengatakan, belasan orang masih dalam kondisi kritis. Sebagian korban kehilangan kaki atau tangan mereka. Beberapa lainnya menderita luka-luka serius di bagian kepala.

Kerabat para pegawai KA berkumpul di stasiun utama Karachi. Mereka berusaha mencari berita tentang suami atau orang tua mereka yang bertugas di antara ketiga KA naas tersebut.

"Belum ada berita tentang nasib dia," kata Farida Naz, sambil menangis. Suaminya bekerja sebagai pegawai restorasi di KA Tezgam Express. "Saya belum tahu apakah dia selamat atau tidak."(rtr-bbc-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA