| Kamis, 14 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Diprotes, Kandang Ayam Petelur BerbauPURWOREJO-Sekitar 30 warga Desa Seren, Gebang, berkumpul di rumah FX Sutrisno warga setempat, Selasa (12/7) malam. Mereka membicarakan keberadaan kandang ayam petelur milik Ny Agnes Anita yang relatif dekat dengan perkampungan penduduk RT 2, RW 6. Pemilik rumah dalam forum itu mengemukakan, beberapa warga berkumpul di rumahnya itu untuk membuktikan bahwa bukan cuma dia yang memrotes keberadaan kandang ayam. Bahkan pertemuan itu atas saran kepala desa setempat, Supriyono. Beberapa warga yang ditemui di forum itu membenarkan selama ini kandang ayam milik Anita mengeluarkan bau menyengat, terlebih bila musim hujan. ''Selama ini sebenarnya warga sini mengeluhkan bau ayam yang berasal dari kandang milik Bu Anita. Tetapi rata-rata warga tidak berani protes secara terang-terangan,'' tutur seorang warga. Danramil Bayan yang juga warga setempat, Kapten Darmanto, mengingatkan hendaknya masalah itu jangan sampai memecah belah kerukunan warga. Dia yang mengaku sudah melakukan pendekatan kepada kades setempat menyimpulkan bahwa kades ingin mempertahankan berdirinya kandang ayam. Di sisi lain dia juga selalu mendampingi FX Sutrisno setiap melakukan pengaduan ke sejumlah pejabat. Bisa Ditemukan Karena malam itu kades hanya diwakili Sekdes Rohadi, dia menyarankan masalah itu hendaknya diangkat ke tingkat desa. Melalui cara itu diharapkan semua pihak yang terlibat bisa ditemukan. Sementara itu anggota DPRD yang juga warga setempat, Rumino, menyarankan penyelesaian masalah itu tanpa menimbulkan masalah baru. Selaku anggota Komisi C dia mampu menghentikan proses perizinan yang tengah ditempuh Anita. Tetapi dia tidak ingin bertindak semena-mena. ''Jangan sampai Bu Ani terpojok. Tetapi warga sekitar juga jangan sampai dirugikan oleh bau kandang ayam,'' ujarnya. Ny Agnes Anita yang ditemui di rumahnya Rabu pagi kemarin menyatakan ternak ayam petelur miliknya dibuka sejak 18 bulan lalu. Antara lain kotoran ayam di peternakannya dimasukkan dalam karung dan di bawah kandang ditaburi kapur. Akhirnya, kandangnya tidak mengeluarkan bau menyengat hanya saja kalau hujan masih agak bau. Sukarno warga setempat mendukung usaha peternakan ayam milik Ny Anita asal mengupayakan agar polusi kotorannya tidak mengganggu lingkungan dan masyarakat tidak resah. Apabila kandangnya sudah rusak diminta diperbaiki dan kandangnya digeser ke sebelah utara agar lebih jauh dari pemukiman penduduk. Menanggapi hal itu Ny Anita menyatakan tidak akan memindah kandang sebelum kandangnya rusak. ''Saya baru mau memindah kandang kalau sudah rusak. Walau ada gajah njengking saya tetap akan beternak ayam,'' tandasnya. (yon-39) |