| Kamis, 14 Juli 2005 | KEDU & DIY |
FPBI Harus Bisa Menjadi PemersatuKEBUMEN - Ketua Forum Persaudaraan Bangsa Indonesia (FPBI) Kabupaten Kebumen Drs Mustofa Depe mengemukakan, FPBI bukan forum politik melainkan tempat berhimpun berbagai elemen tokoh agama dan lintas golongan di daerah. ''Kami bukan organisasi politik melainkan wadah berbagai tokoh dari unsur agama, ormas, pemuda, profesi dan LSM yang bertujuan mewujudkan persatuan dan menjaga kerukunan di daerah,'' papar Mustofa, Sabtu malam lalu. Kepengurusan FPBI 2005-2008 itu dilantik Penjabat Bupati Kebumen H Suroso SH di alun-alun setempat. Acara dihadiri para pejabat dan tamu undangan itu dilanjutkan pergelaran wayang kulit dengan lakon Babad Alas Martani oleh dalang Ki Cermo Budi Carito. Mustofa menekankan, FPBI siap bekerja sama dengan siapa pun khususnya dengan Pemkab. Forum itu juga siap memberikan sumbang saran karena di dalamnya terdapat pelaku ekonomi, tokoh pemuda, LSM, dan tokoh lintas agama yang bisa memberikan masukan untuk kebijakan pembangunan. Program kerja FPBI Kebumen, antara lain menggarap bidang ekonomi, sosial budaya, dan politik hukum. ''Kami menantang pengurus yang tidak sanggup bekerja selama seratus hari agar mengundurkan diri,'' tandas Mustofa. Mustofa mengemukakan, FPBI akan bersikap kritis dan memberikan solusi baik diminta maupun tidak atas berbagai persoalan di daerah. Landasan utama FPBI adalah Pancasila dan di tengah-tengah kebinekaan tetap harus mengedepankan keutuhan, persatuan, dan kerukunan antarsesama anak bangsa. Rawan Konflik Sementara itu, Kepala Kantor Kesbang Linmas Provinsi Jateng Ristanto SSos dalam sambutan tertulis yang dibacakan Dra Siti Fatimah Ahmad mengatakan, bangsa Indonesia yang majemuk mengandung dua potensi. Yakni potensi menjadi bangsa yang besar sekaligus juga sarat konflik. Karena itu, FPBI diminta tetap menjaga kelestarian dan kebersamaan serta menghargai perbedaan kultur di daerah. Sebab, nilai-nilai budaya daerah itu bisa mempersatukan bangsa Indonesia hingga saat ini. Penjabat Bupati Suroso mengajak segenap pengurus bisa mengemban tugas dengan baik. FPBI juga diminta mampu membenahi kehidupan bangsa Indonesia serta mendorong reformasi secara kultural dan struktutal dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Bupati menyebutkan, perbedaan adalah hal fitrah. Justru dengan pluralisme itu, menuntut bangsa Indonesia termasuk masyarakat Kebumen, untuk terus bersatu. Sebab, keberagaman kultural bangsa Indonesia merupakan aset dan modal pembangunan. ''FPBI hendaknya mampu menjadi alat pemersatu masyarakat Kebumen,'' tambahnya. (B3-39j) |