| Kamis, 14 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Wonosobo Kembangkan Tanaman GandumWONOSOBO-Tanaman gandum saat ini mulai dikembangkan di Desa Kayugiyang Kecamatan Garung Wonosobo. Tanaman yang diharapkan bisa menjadi alternatif tanaman tembakau dan kentang itu, dibudidayakan pada lahan seluas 50 hektare di desa tersebut. Penanaman perdana komoditas gandum dilaksanakan usai acara temu usaha tanaman gandum di Desa Kayugiyang, Selasa lalu. Pada kesempatan itu Bupati Wonosobo Drs H Trimawan Nugrohadi MSi menyatakan, dengan mengembangkan tanaman gandum maka bisa mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap beras. Hal itu juga untuk meningkatkan konsumsi pangan lokal serta bermanfaat bagi peningkatan gizi masyarakat di pedesaan. Dikatakannya, dengan adanya curah hujan yang cukup di daerah pegunungan ini, maka daerah Wonosobo relatif cocok dan cukup berpotensi untuk pengembangan tanaman gandum. Karena komoditas ini bisa tumbuh subur. Adapun daerah-daerah yang cukup potensial bagi pengembangan tanaman gandum, meliputi Kecamatan Kejajar, Garung, Watumalang dan Kecamatan Kalikajar. Di wilayah tersebut, tanaman gandum bisa dikembangkan di lahan seluas 563 hektare. Karena pemilikan lahan petani rata-rata kurang dari 0,25 hektare, maka budi daya tanaman gandum tersebut akan melibatkan 3.000 petani lebih. Sehubungan dengan itu, dipandang perlu adanya pelatihan terhadap petani mengenai , prosesing hasil serta kepastian penjualan produk. Berdasarkan penelitian, tanaman ini mampu memutus siklus hama atau penyakit tanaman, khususnya kentang.(P55-39) |