| Kamis, 14 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Sepuluh Besar Lulusan Terbaik Didominasi PerempuanMESKI memiliki sejumlah prestasi yang membanggakan, penampilan remaja-remaja putri lulusan SMPN 1 Wonosobo ini bersahaja sebagaimana remaja lain seusia mereka. Demikian pula, walau unggul di bidang akademik, mereka pun tidak seperti kutu buku. Siswi-siswi berprestasi itu pun tidak menyendiri. Mereka juga bergaul, bermain, berolahraga seperti remaja-remaja lainnya. Para siswi yang menonjol di bidang akademik, antara lain Dian Ajeng Atikaningrum, Lala Risqy Larasati, Tika Setya Wardhani, dan Devina Antonia Salim. Bahkan, peringkat 10 besar lulusan SMPN 1 Wonosobo dalam pelaksanaan ujian nasional (UN) didominasi remaja putri. Sembilan dari 10 lulusan terbaik tersebut adalah perempuan dengan nilai rata-rata 9,4 - 9,7. Sepuluh nama yang masuk peringkat 10 besar tersebut adalah Dian Ajeng Atikaningrum, Lala Risqy Larasati, Tika Setya Wardhani, Indah Rosmawati, Intan Hapsari, Zuhairini Rifatul Husna, Roshifa Fitriana, Devina Antonia Salim, Andhra Dewantha, dan Putri Farah Kandida. Yang menarik, peringkat satu sampai sembilan berasal dari kelas yang sama, kelas III C. Para remaja lulusan terbaik tersebut saat ditemui Suara Merdeka menuturkan, keberhasilan mereka di bidang akademik antara lain karena disiplin serta adanya dorongan dari orang tua. Sejak masih di SD sampai sekarang, mereka sudah terbiasa disiplin dan memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Mereka bisa membagi waktu untuk kegiatan belajar, ekstrakurikuler, bermain, dan lain-lain. Dian misalnya, yang menempati peringkat pertama, selain senang belajar ilmu pengetahuan juga gemar membaca cerita fiksi/novel. Dia pun senang berolahraga atau kegiatan seni. Dian menekankan, kedisiplinan itu tidak menyebabkannya terbebani. Sulung dari dua bersaudara putri Ir Subroto yang ingin melanjutkan ke SMAN 1 Yogyakarta itu, dalam UN beberapa waktu lalu untuk Matematika mendapat nilai 10, Bahasa Inggris 9,5, dan Bahasa Indonesia 9,67. Dengan kemampuan akademisnya, dia bercita-cita bisa menjadi dokter. Dian yang semasa di kelas V dan VI SD pernah menyandang gelar juara II dan III dokter kecil se-Jateng mengemukakan, keinginannya untuk menjadi dokter dengan tujuan mulia, yaitu menolong sesama. Demikian halnya dengan Lala, putri tunggal almarhum Tukino, dia pun berhasrat bisa menjadi dokter. Untuk mewujudkan cita-citanya, sejak kecil Lala belajar secara disiplin. Dengan demikian, selama bersekolah di SD dia yang hidup bersama ibu dan neneknya di Desa Semayu, Kecamatan Selomerto selalu menempati peringkat 1-2 di sekolahnya di ibu kota Kecamatan Kertek. Karena rumah tinggalnya cukup jauh, sekitar 13 km dari sekolahnya, Lala harus bangun awal dan berangkat ke sekolah lebih pagi. Meski jauh dan berganti kendaraan dua kali, Lala tidak pernah terlambat sampai di sekolah. Aktif Ikuti Kegiatan Dia pun aktif mengikuti kegiatan ekstra di sekolah sehingga acap kali tiba di rumah hingga sore hari. Lala mengaku tidak pernah tidur siang tetapi waktu di rumah dimanfaatkan untuk membantu pekerjaan ibunya. Saat ini, ibunya bekerja sebagai guru SD dan juga merangkap sebagai penjahit. Lala juga berkeinginan, selepas SMA di Yogyakarta bisa kuliah di UGM. Remaja kelahiran 15 Maret 1990 itu tercatat pernah menjadi Pemimpin Redaksi Eksis, majalah sekolah. Lala yang gemar pelajaran eksakta, dalam UN mampu memperoleh nilai Matematika 9,67, Bahasa Inggris 9,5, dan Bahasa Indonesia 9,5. Tika, yang pada 30 Agustus akan genap berusia 15 tahun, berkeinginan bisa melanjutkan ke SMA favorit di Yogyakarta. Putri karyawan sebuah bank pemerintah itu berhasrat bisa mengikuti jejak ayahnya. Tika bercita-cita melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi. Dia ingin menjadi seorang bankir. Dia yang pernah menyandang juara II PPKn walau hanya tingkat kecamatan, sejak di SMP aktif mengikuti kursus bahasa Inggris. Tika menyadari, bahasa Inggris merupakan sesuatu yang mutlak harus dia kuasai untuk membuka cakrawala yang lebih luas lagi. Pada UN lalu, Tika mendapat nilai 10 untuk Matematika, 9,5 untuk Bahasa Inggris, dan 9,17 untuk Bahasa Indonesia. Vina, peraih juara II English News Reading 2005 tingkat Jateng saat ini sudah diterima di SMA Karangturi Semarang lewat jalur prestasi. Kemampuan berbahasa Inggris Vina berkat kemauan yang kuat dan mengikuti kursus sejak kelas II SD. Dara cantik dengan tinggi badan 162 cm yang suka aerobik itu terbiasa belajar pada malam hari, pukul 20.00-21.30. Vina di sekolahnya juga pernah menjadi juara I cheerleader pada Hexos Cup 2004. Putri Salim Kardiyanto yang meraih nilai rata-rata 9,5 dalam UN itu bercita-cita menjadi arsitek. "Jika bisa terlaksana menjadi arsitek, saya senang dan asyik saja," ujar Vina. Para remaja putri itu berpesan kepada adik-adik kelasnya, kunci keberhasilan tidak terlepas dari kedisiplinan. Siapa pun bisa mewujudkan hal itu dengan berdisiplin. Selan itu, mereka juga menyatakan bangga dengan banyaknya prestasi almamaternya. (Sudarman-39j) |