logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Kios Darurat Pasar Induk Mulai Dibongkar

WONOSOBO - Pembongkaran kios darurat di berbagai ruas jalan di Kota Wonosobo hingga Rabu kemarin masih terus dilakukan sejak dimulai Selasa lalu. Pembongkaran kios darurat para pedagang korban kebakaran Pasar Induk Wonosobo itu dibatasi harus sudah selesai pada 20 Juli.

Pada hari pertama pembongkaran kios darurat, sebagian besar pedagang masih tetap memanfaatkannya untuk berdagang. Sebagian pedagang membongkar sendiri kiosnya, antara lain di Jalan Angkatan 45, Jalan Pemuda, dan beberapa kios di seputar alun-alun Kota Wonosobo.

Pembongkaran itu berkaitan dengan kesiapan Pasar Induk Wonosobo yang saat ini sudah selesai direnovasi. Bekas kios yang dibongkar diberikan kepada para pedagang yang menempatinya.

Berkaitan dengan selesainya renovasi pasar tradisional yang disebut-sebut termegah di Jateng, Senin (11/7) lalu dilaksanakan tasyakuran di pasar induk berlantai tiga tersebut.

Tasyakuran ditandai pemotongan tumpeng oleh Bupati Drs H Trimawan Nugrohadi MSi kepada pedagang pasar induk. Dalam tasyakuran juga dilakukan mujahadah yang dipimpin pengurus Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPPIW) Munfari.

Bupati mengemukakan, kebakaran pasar induk secara beruntun dalam empat bulan pada 2004 merupakan kejadian luar biasa yang berdampak pada perekonomian masyarakat. Musibah itu juga menghilangkan aset Pemkab yang sangat potensial.

Setelah bangunan pasar induk selesai direnovasi dan siap ditempati kembali, lanjut Bupati, masyarakat diharapkan turut menjaganya. Para pedagang pun diminta tidak perlu khawatir terhadap kekuatan teknis fisik bangunan pasar induk itu.

Tidak Sedih

Kepala Dinas Pengelola Pasar Wonosobo Drs Suharto MM minta agar para pedagang tidak larut dalam kesedihan terus dan jangan saling menyalahkan atas musibah yang telah terjadi. Namun, mereka harus segera bangkit menatap masa depan.

Suharto menyebutkan, setelah direnovasi 4.050 pedagang korban kebakaran bisa menempati kembali areal berdagangnya di tempat semula. Sementara itu, 250 pedagang yang lokasinya untuk jalan pemisah bangunan utama pasar induk dipindahkan ke areal parkir barat.

Menurut keterangan Suharto, bangunan pasar induk yang telah direnovasi dilengkapi fasilitas berupa 12 hidran air, 2 menara air, areal parkir bagi kendaraan bongkar muat.

Seperti diberitakan, Pasar Induk Wonosobo kali pertama terbakar pada 30 September 1994. Kebakaran kedua pada 11 Maret 2004.

Kebakaran kali ketiga (di lokasi pasar penampungan alun-alun Kota Wonosobo) terjadi pada 9 Juli 2004.(P55-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA