logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Objek Wisata Magelang (2)

Air Terjun Sumuran Belum Dikelola

ADA dua jalan menuju ke Candi Umbul, yaitu dari arah Grabag, Magelang dan Pringsurat, Temanggung. Jangan salah membayangkan, Candi Umbul tidak seperti Candi Borobudur atau Candi Selogrio tetapi nama sebuah kolam pemandian air hangat yang mengandung belerang. Konon pemandian itu dibangun pada abad VII atau sekitar 1870 oleh Raja Syailendra IV. Tempat pemandian itu menjadi tempat mandi raja-raja Mataram Kuno.

Ada keyakinan, berendam di Candi Umbul bisa menyehatkan badan dan menyembuhkan berbagai penyakit kulit, rematik, bahkan stroke.Berekreasi di situ menyenangkan. Ada dua kolam besar untuk berenang. Akan tetapi, dapat pula pengunjung berendam di kamar mandi air hangat. Untuk itu, disediakan empat kamar mandi.

Tarif berendam Rp 2.500/30 menit, khusus anak-anak Rp 1.500. Tarif untuk berenang lebih murah, dewasa Rp 1.000 dan anak-anak Rp 750.

Hotel Losari, Grabag sering mengagendakan acara berenang atau berendam di kolam air hangat Candi Umbul bagi para tamunya.Sekitar 10 km di timur Candi Umbul ada sebuah bendungan yang luasnya sekitar satu hektare dan bernama Telaga Bleder. Akses jalan aspal sehingga ada angkutan pedesaan dan ojek.

Tiap hari 100-an pengunjung berekreasi ke sana untuk bermain sepeda air, perahu dayung ataupun perahu motor sambil menikmati panorama alam hutan bambu yang indah. Masuk kompleks telaga Rp 1.000/orang. Naik perahu dayung dan sepeda air Rp 1.500/orang selama 15 menit. Naik perahu motor Rp 1.000/orang untuk dua kali putaran.

Kawasan itu akan ditata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Magelang agar bisa lebih menarik dan frekuensi pengunjung semakin banyak.Tak jauh dari Telaga Bleder ada Air Terjun Sumuran, masuk wilayah Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak.

Ninik, pengelola Hotel Pondok Tingal Borobudur menilai, keindahan Air Terjun Sumuran tidak kalah dengan Tawangmangu. Untuk mencapai lokasi Air Terjun Sumuran, harus berjalan kaki menyusuri jalan setapak sekitar 1,5 km.

Faturahman, Sekdes Seloprojo, menuturkan, air terjun itu belum dikelola sebagai objek wisata. Masih banyak yang datang ke situ, terutama dari Semarang dan Yogyakarta, untuk tujuan spiritual dan bukan untuk berekreasi.

Faturahman menawarkan nasi jawa dengan sayur jembak untuk mendukung pengembangan wisata alam Air Terjun Sumuran dan Sendang Klangenan.

Dikatakan nasi jawa karena berasnya memang berasal dari varietas padi jawa, yang dikemas secara tradisional baik dalam proses menanam bijinya ataupun dalam penyajiannya.

Hal itu akan menjadi daya tarik tersendiri karena penggarapannya atau penanamannya tanpa menggunakan pupuk/bahan kimia. Beras tidak melalui proses mekanis tetapi dengan ditumbuk lesung dan disosoh. Juga ada komoditas telo maleduk yang berwarna biru. Ketela itu bisa dijadikan makanan ringan berupa criping. (Tuhu Prihantoro-39j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA