logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 14 Juli 2005 KEDU & DIY
Line

Gelombang II, SMP 9-11 Kelebihan Pendaftar

MAGELANG- Dua sekolah negeri yaitu SMP 9 dan SMP 11 yang pada penerimaan siswa baru (PSB) gelombang I kekurangan murid, pada pendaftaran gelombang II yang berlangsung 12-13 Juli diserbu pendaftar.

Jumlahnya jauh melebihi siswa yang dibutuhkan. Kepala Dinas Pendidikan Drs Hari Riyadi MPd menuturkan, daya tampung SMP 9 yakni 200 siswa. Yang langsung diterima tanpa tes karena pendaftarnya kurang pada gelombang I yakni 165 anak. Berarti pada pendaftaran gelombang II yang dibutuhkan hanya 35 anak.

''Rasanya gelombang II kelebihan pendaftar. Ternyata sampai siang ini yang sudah mengambil formulir pendaftaran 140 anak, dan yang mengembalikan baru 90 anak,'' ujarnya, didampingi Kabag TU, Drs Sumartono MM. Keadaan serupa juga terjadi pada SMP 11 yang daya tampungnya 200 siswa.

Pada gelombang I pendaftarnya 106 dan mereka diterima seluruhnya tanpa tes, sehingga kekurangannya 94 siswa. Pada pendaftaran gelombang II yang mengambil formulir 352, yang dikembalikan 212.

Karena jumlah pendaftar banyak dibandingkan dengan kebutuhannya, ungkap Hari, harus dilakukan tes masuk. Seperti SMP negeri lainnya, kisi-kisi dari Dinas Pendidikan, sedangkan soal tes masuk dibuat guru sekolah tersebut. Tes akan dilaksanakan 14 Juli dan pengumuman sehari kemudian.

Anak-anak Pandai

Kebanyakan yang mendaftar di SMP 9 dan 11 adalah siswa yang tidak diterima di sekolah favorit, seperti SMP 1, 2, 4, 7, dan 8. ''Tidak tertutup kemungkinan mereka anak-anak pandai, tetapi gagal tes masuk di sekolah yang diminatinya,'' kata Sumartono.

Siswa yang tidak diterima di kedua SMP negeri pada gelombang II, akan masuk ke delapan sekolah swasta. Dinas Pendidikan menjamin asalkan tidak memilih, mereka pasti mendapatkan sekolah. Delapan SMP swasta tersebut siap menampung mereka. Itu berkaitan dengan program wajib belajar sembilan tahun.

Kabag TU membenarkan, dampak diselenggarakannya tes masuk SMP negeri maka anak-anak pandai tidak lagi terpusat di sekolah favorit.

Tidak sedikit anak pandai yang gagal tes masuk di sekolah yang sudah punya nama, tetapi akhirnya diterima di sekolah yang tidak favorit pada gelombang II. (P60-39s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA