| Kamis, 14 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Kerusakan Jalan di Kebumen ParahKEBUMEN - Jalan kabupaten di Kebumen yang kini panjangnya mencapai 610 km, kondisinya memprihatinkan. Hanya 40 persen yang kondisi layak, sedang sisanya atau 60 persen saat ini mengalami kerusakan. Kondisi ini diperburuk dengan minimnya dana pemeliharaan APBD yang tahun 2005 ini hanya Rp 911 juta. Kepala Dinas Permukiman dan Prasarana Daerah (Kimprasda) Kebumen Ir Hudan Karyoso Dipl HE kemarin menyatakan pemeliharaan jalan itu pun belum dimulai karena masih dalam proses lelang. ''Kami harus berusaha keras mempertahankan kondisi jalan yang ada,'' ujar dia. Dia juga menjelaskan jika anggaran untuk pemeliharaan jalan dari APBD itu tiap tahun fluktuatif tetapi cenderung menurun. Contohnya, anggaran pemeliharaan pada tahun 2003 yang mencapai Rp 1,4 miliar, turun menjadi Rp 980 juta pada 2004. Tahun ini pun kembali turun menjadi Rp 911 juta. Di sisi lain, dia mengakui kondisi jalan dan jembatan yang ada itu makin banyak yang rusak. Hal itu disebabkan semakin banyaknya kendaraan, frekuensi pemanfaatan jalan, dan berdasar usia beberapa ruas jalan itu memang sudah saatnya diperbaiki. Menyinggung dana peningkatan jalan melalui anggaran belanja modal untuk jalan dan jembatan, pada 2003 lalu Rp 23 miliar, tahun 2004 naik menjadi Rp 24 miliar, dan tahun ini Rp 23 miliar. Meski demikian, dana itu masih dikurangi sekitar Rp 8 miliar untuk bantuan langsung ke desa-desa. Proyek bantuan itu akan ditangani organisasi masyarakat desa (OMS) secara langsung. Tahun Depan Sementara itu, jalan kabupaten di Kebumen yang tingkat kerusakannya terparah dan dikeluhkan para pengguna jalan adalah ruas jalan Mertokondo-Karangsambung sepanjang 18 km. Hampir di sepanjang jalan ini terdapat lubang maupun kondisinya bergelombang. Hal yang sama juga terjadi pada ruas jalan Tembana-Peniron sepanjang 8 km. Jalan tersebut rusak parah mulai Jembatan Tembana ke utara hingga mendekati Desa Peniron. Menurut Hudan, pemeliharaan jalan Karangsambung tahun ini belum bisa dilakukan. Mengingat tingkat kerusakan jalan teramat parah, perbaikannya baru dianggarkan tahun depan. ''Kalau hanya ditangani sporadis dan dengan dana terbatas, hanya akan membuang anggaran karena jalan akan cepat rusak.'' Di sisi lain, tahun ini Pemkab juga melanjutkan pembangunan jalan tembus Kebumen-Banjarnegara melalui Kecamatan Karangsambung dan Sadang. Saat ini Jembatan Mangir di Desa Totogan telah berfungsi dan tahun ini diteruskan dengan pembangunan jalan di Desa Giritirto Kecamatan Karanggayam sepanjang 1,5 km. Kepala Dinas Kimprasda ini juga menjelaskan, untuk tembus sampai wilayah Kabupaten Banjarnegara sepanjang empat kilometer, tahun ini akan dibangun satu lagi jembatan, yaitu Jembatan Lokidang di Desa Giritirto. Plafon anggarannya Rp 2,7 miliar minus kerangka. Sebab kerangka jembatan akan dibantu oleh Departemen PU. (B3-39m) |