| Kamis, 14 Juli 2005 | KEDU & DIY |
Ketua KPUD: Dinas Capil Tidak Bisa DisalahkanPURWOREJO - Desakan wakil rakyat agar Dinas Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Catatan Sipil segera berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait sehubungan dengan perbedaan data jumlah pemilih ternyata segera dilaksanakan. Kepala instansi tersebut, Masduqi Simor SH, bersama beberapa stafnya datang ke kantor KPUD, Rabu kemarin. Dalam pertemuan tersebut disepakati, jika ada pertanyaan yang menyangkut data jumlah pemilih diserahkan ke KPU untuk memberikan jawaban. Dia menyebutkan, data pemilih pemilu presiden dan wakil presiden (pilpres) dari Mendagri 538.204 orang, data kotor semua warga 565.556 orang, dan hasil rekapitulasi pemutakhiran data 520.268 orang. Mengatasi Perbedaan Ketua KPUD Drs Muslikhin Madiani ketika menerima Masduqi Simor menekankan, yang penting bagaimana mengatasi perbedaan angka. Dia menyatakan tidak bisa menyalahkan Dinas Catatan Sipil. Sebab, data yang diperoleh instansi tersebut dari Depdagri berbentuk ketikan program PDF yang tidak bisa diapa-apakan. Dia menyebutkan, ada pembaruan data atas orang yang sudah meninggal, pindah alamat, pindahan dari daerah lain, purnawirawan TNI/Polri, serta orang yang sudah berhak memilih. Dia menyebutkan, ada pembaruan data atas orang yang sudah meninggal, pindah alamat, pindahan dari daerah lain, purnawirawan TNI/Polri, serta orang yang sudah berhak memilih. Seperti diberitakan kemarin, Komisi A DPRD Purworejo memanggil Kepala Dinas Catatan Sipil untuk didengar keterangannya. Sebab ditemukan keganjilan data pemilih, seperti orang meninggal tetap didata dan satu orang terdata beberapa kali. (yon-39j) |