logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 11 Juli 2005 SALA
Line

Guru Bantu Minta Diangkat Tanpa Tes

JEBRES - Kalangan guru bantu (GB) akan menyampaikan usulan tertulis pada pemerintah berkaitan dengan rencana untuk mengangkat mereka menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Sebanyak 241.641 guru bantu yang diangkat tahun 2003 dan 2004 tersebut sepakat mendesak Pemerintah supaya mengangkat GB menjadi PNS tanpa seleksi ataupun tes apa pun. Hal itu mengemuka dalam Temu Nasional dan Seminar Guru Bantu yang digelar di Taman Budaya Surakarta (TBS), baru-baru ini.

"Kami sepakat mengajukan usul pada Pemerintah agar pengangkatan guru bantu menjadi PNS tanpa melalui tes apa pun. Kami menolak jika Pemerintah berniat melakukan seleksi sehingga hanya sebagian dari guru bantu yang akan diangkat ," kata Presidium Persatuan Guru Bantu Indonesia (PGBI), Sarifah Efiana, kemarin.

Alasan tidak perlunya seleksi bagi guru bantu yang akan diangkat menjadi PNS, lanjut Sarifah, lantaran saat akan diangkat guru bantu, pemerintah sudah memberlakukan seleksi tertulis. Apalagi, seluruh guru non-PNS tersebut sudah memiliki jam terbang mengajar cukup tinggi. Mayoritas sudah mengajar sebagai guru tidak tetap (GTT) selama belasan tahun.

Jika Pemerintah menerapkan aturan bahwa yang akan diangkat PNS adalah mereka yang telah mengabdi sedikitnya 10 tahun serta yang memiliki kemampuan memadai menjadi guru PNS, Sarifah yakin mayoritas dari mereka memiliki kriteria tersebut.

Dalam acara tersebut juga mengemuka adanya desakan kepada Pemerintah untuk segera membuat dasar hukum dari keputusan politis pemerintah yang berniat mengangkat guru bantu menjadi PNS. Dengan adanya landasan hukum mengenai hal itu, rencana tersebut diharap tak hanya sekadar pernyataan politis dari Mendiknas. (G18-42h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA